Seberapa Penting Sebuah Pengakuan Eksistensi dari Orang Lain ?

alfiansyah.blogspot.com

Tidak dapat dipungkiri ketika zaman semakin berubah maka pola hidup juga akan terus berubah selaras dengan hubungan antara keduanya, entah itu kebutuhan akan hal pokok ataupun kebutuhan akan barang sekunder, primer, tersier, dan sebagainya juga terus berubah bahkan akan makin berkembang sepanjang waktu. Salah satu hal yang bisa dikatakan menjadi sebuah kebutuhan pada saat ini adalah nilai sebuah eksistensi setiap individu dalam lingkungan sekitarnya, padahal jika kita telusuri lebih jauh nilai tersebut memang sudah lama ada namun yang membedakan adalah tingkat nilai tersebut yang saat ini semakin terlihat dipaksakan.

Adanya sebuah eksistensi sebenarnya didasarkan pada pengembangan pemahaman manusia terhadap sebuah eksistensialisme atau keinginan untuk menampakkan dirinya. Poin yang menjadi dasar dalam hal ini adalah memahami hakikat manusia itu sendiri, ketika seseorang sudah memahami hakikatnya maka dengan secara alami akan memperlihatkan keinginannya untuk dapat diakui oleh orang lain terlebih orang disekitarnya. Secara tidak langsung dapat dikatakan ketika seseorang memulai menunjukkan eksistensinya maka individu tersebut menjalankan peranan sebagai obyek dan subyek dengan pilihan yang tidak terbatas kemudian mengharuskan bertanggung jawab atas hal yang dilakukan sebagai sebuah konsekuensi dari hal tersebut.

Ada banyak keuntungan yang di dapatkan ketika kita diakui, seperti mempunyai tempat tersendiri di masyarakat, tidak diremehkan dan disegani orang lain, memiliki relasi luas yang tentunya sangat baik untuk proses sosial, memiliki banyak zona nyaman, dan sebagainya. Gambaran seperti itulah yang menjadi candu oleh banyak orang dan memotivasi seseorang harus mendapatkan sebuah pengakuan.

Ketika  rasa untuk mempunyai pengakuan datang maka seseorang akan cenderung melakukan segala hal, mungkin sudah merupakan sifat manusia ingin diakui keberadaan dirinya dalam sebuah ruang lingkup masyarakat karena tuntutan keadaan. Dalam kehidupan nyata pasti sering kita temui orang–orang yang senantiasa berusaha ingin mendapatkan perhatian lebih, terlihat berbeda dari yang lain yaitu dalam artian menonjol dalam segala bidang. Terkadang ada beberapa cara yang dilakukan secara dipaksakan seperti berusaha menampilkan sesuatu yang di buat–buat atau bukan jati diri aslinya untuk terlihat baik yang kemudian mendapatkan perhatian dan puncaknya di akui oleh orang di sekitarnya.

Berbagai cara dilakukan untuk menunjukkan eksistensi diri seseorang, contoh mudahnya seperti di media sosial yang sangat banyak kita jumpai saat ini. Secara umum masyarakat saat ini cenderung melihat orang lain berdasarkan apa yang mereka lihat di media sosial padahal pada faktanya belum tentu apa yang ditampilkan seseorang tersebut merupakan hal yang sama dengan kepribadiannya pada dunia nyata. Hal ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan sebuah image yang baik atau buruk sekalipun. Seorang remaja yang memiliki sebuah reputasi atau citra yang baik berhasil mendapatkan banyak perhatian dari pengikut–pengikutnya di media sosial dapat diartikan sebagai bagian dari adanya sebuah pengakuan.


Sebenarnya tidak ada yang salah dari mempunyai keinginan untuk mendapatkan sebuah pengakuan selama apa yang dilakukan masih dalam koridor yang jelas dan tidak melanggar hak asasi manusia orang lain. Namun lain hal jika ketika melakukan hal tersebut cenderung menggunakan cara yang merugikan orang lain, satu hal yang perlu di ingat terlepas dari pentingnya sebuah pengakuan dari orang lain adalah menerima diri sendiri dengan segala kelebihan ataupun kekurangan dan bahagia dengan dirinya tanpa harus menjadi orang lain. Sesuatu yang hebat akan lahir ketika kita bisa memahami diri sendiri dan menemukan cara yang tepat untuk menunjukkan eksistensi diri tanpa menggunakan cara yang kurang pantas.

(Meutia)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar