Penyalahgunaan HAM di Era Globalisasi

Sumber gambar : http://hipatioss.blogspot.co.id

Hak Asasi Manusia (HAM) mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia, terutama dalam hubungan antara negara (penguasa), warga negara (rakyat), dan dalam hubungan antara sesama warga negara. HAM yang berisi hak-hak dasar manusia memuat standar normatif untuk mengatur hubungan penguasa dengan rakyatnya dan hubungan rakyat dengan sesama rakyat. Oleh karena itu HAM memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat.

Namun, dewasa ini kita bisa melihat bahwa banyak orang yang tidak mempraktekkan HAM  dalam kehidupan sehari-harinya. Kita masih bisa melihat belakangan ini banyak terjadi persilisihan dan penyimpangan dan hal tersebut bisa merujuk kepada bullying. Tapi diluar semua kejadian tersebut sadarkah manusia bahwa mereka memiliki hak mutlak yang melekat pada diri mereka? Karna setiap manusia memiliki Hak Asasi Manusia.

Pada era yang serba modern ini semua seperti serba salah. Seorang koruptor yang terbukti bersalah malah diberi kebebasan, bus umum yang biasanya dipakai untuk transportasi umum, malah dijadikan tempat ajang pelecehan seksual, para pengedar bandar narkoba tidak jadi dihukum mati. Dari sini bisa kita ambil sebuah pertanyaan, apakah itu semua hak mereka?

Seringkali alasan-alasan yang di lontarkan para pelaku kejahatan menuju kepada Hak Asasi Manusia. Mereka semua bebas melakukan tindak kejahatan alih-alih memiliki HAM. Mereka selalu mengatasnamakan HAM jika sudah ditanya alasannya apa dan alasan penolakan terhadap hukuman mereka. Tak jarang pula mereka sampai membawa-bawa Undang-undang Dasar agar alasan dan argumen mereka semakin kuat.

Seenaknya para orator mengatakan “itu hak saya” dalam demo yang tidak hanya bersuara namun malah menimbulkan aksi anarkis yang merugikan masyarakat umum. Begitu juga para pengedar narkoba memakai dalih HAM agar ia tidak jadi dihukum mati sehingga pengadilan akan menimbang ulang kembali putusan yang telah diberikan kepada pelaku kejahatan.

Perihal selanjutnya adalah contoh simpel penyalahgunaan HAM yang sekarang banyak terjadi di kehidupan nyata. Mereka menggunakan Hak Asasi Manusia sebagai alasan untuk melakukan perbuatan yang mereka anggap benar namun kenyataannya jelas-jelas salah. Memang, arti HAM itu sendiri adalah hak alamiah yang melekat dalam diri setiap manusia sejak ia dilahirkan ke dunia seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapapun. Namun bukan berarti HAM adalah puncak dari segalanya, masih banyak nilai-nilai dan norma-norma yang harus diperhatikan dalam bertindak. Bukan hanya berlandaskan HAM saja.

Secara prinsip HAM dibagi lagi menjadi 6 bidang, yaitu: Hak asasi pribadi, Hak asasi politik, Hak asasi hukum, Hak asasi Ekonomi, Hak Asasi Peradilan, dan Hak Asasi sosial budaya yang semuanya saling berhubungan satu sama lain. Namun dari semua penjelasan itu jelas hak terpenting dan terutama bagi pemuda dan pemudi ialah hak asasi pribadi.

Prof. dr. Dardji Darmodihardjo menyatakan bahwa Hak Asasi Manusia merupakan hak pokok yang dibawa insan manusia sejak lahir secara otomatis pemberian dari Tuhan Yang Maha Esa. Mr, Kuntjono Purbo Pranoto menyatakan bahwa Hak Asasi Manusia adalah hak yang secara kodrati dimiliki oleh manusia dan tidak dapat dipisah-pisahkan hakekatnya. John Locke berpendapat bahwa Hak Asasi Manusia merupakan hak pemberian langsung dari Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia ciptaanNYA sebagai anugrah yang bersifat kodrati.

Dari pemahaman Hak Asasi Manusia berdasarkan pendapat para ahli maka dapat disimpulkan bahwa HAM adalah hak bawaan sejak lahir. Meliputi hak memperoleh kehidupan, hak kemerdekaan tiap-tiap individu atas dirinya sendiri, hak memeluk agama sesuai yang diyakini, hak menyatakan pendapat atau opini, hak mendapatkan penghargaan dari orang lain, hak untuk bersosialisasi dan menemukan pendamping hidup.

Selain memiliki hak asasi, tiap manusia juga memiliki kewajiban lain yakni kewajiban asasi. Kewajiban asasi manusi ialah dengan menghormati, menjamin, dan melindungi hak asasi manusia lainnya. Hak untuk hidup, kebebasan, dan kebahagiaan manusia dapat terjamin dan terlindungi, apabila ia sendiri menjamin dan melindungi hak hidup, kebebasan dan kebahagiaan orang lain. Jika hal tersebut tidak mampu terwujud, maka secara perlahan atau cepat akan terjadi pelanggaran HAM.

Dalam hal ini kita sadar betapa pentingnya hak asasi bagi kehidupan jika tidak ada penyalahgunaan di dalamnya. Jelas kita semua sekarang bisa hidup damai karena setiap orang memiliki hak asasi di dalam dirinya. Jujur kita tidak akan bisa lepas dari ketergantungan terhadap hak asasi. Karena itu sudah menjadi kodrat sekaligus berkah bagi kita sebagai makhluk hidup. Namun pada pelaksanaannya, masih terdapat banyak penyalahgunaan hak asasi dalam beberapa tindakan yang bertentangan dengan norma-norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat. Demo salah satunya. Hak untuk mengutarakan pendapat sangat berhubungan dengan faktor ini. Kebanyakan para pendemo mahasiswa beralasan “itu hak mereka berpendapat” tanpa melihat peraturan-peraturan dasar lain. Keanarkismean mereka salah satunya.

Sebenarnya demo merupakan salah satu hak asasi setiap orang karena mereka mempunyai hak dasar untuk menyampaikan pendapat mereka masing-masing asalkan harus taat dan patuh dengan peraturan yang berlaku dan harus sesuai dengan koridor hukum. Menghindari tindak kekerasan, bentrok dengan polisi dan menggangu kepentingan umum salah satunya. Karena meski mereka beralasan mereka memiliki hak berpendapat tetapi mereka melupakan sesuatu yang lebih penting dari itu yaitu mengganggu hak pribadi masyrakat umum disebabkan kekacauan yang mereka buat.

Disini yang harus digaris bawahi adalah minimnya pemahaman dan pengetahuan dasar para penyalahguna hak tersebut dalam menjalani kehidupan nyata. Mereka seenaknya menjadikan Hak Asasi sebagai tameng penyelewengan mereka. Karena sebenarnya hak bukan satu-satunya alasan dalam setiap tindakan, namun aturan-aturan lain juga harus dipertimbangkan.

Kerena hal-hal yang diatas diataslah yang membuat saya sebagai salah satu generasi yang muda mendunia serta unggul dan islami sadar perlunya pengetahuan yang lebih terutama mengenai Hak Asasi Manusia ini. Agar kedepan bisa berbagi dan sebisa mungkin meluruskan pemahman masyarakat awam dan meluruskan pemahaman dalam problematika HAM di Indonesia. Salah satunya dengan belajar mata kuliah Civic Education dengan sungguh-sungguh, mengikuti berbagai seminar dan workshop dengan tujuan untuk menggali pemahamn tentang penggunaan HAM yang benar, terutama bagi pemuda indonesia.

Jangan sampai ketika kita memperjuangkan hak asasi milik kita, sampai merugikan orang banyak karna sesungguhnya hakikat hak asasi itu sendiri adalah hak atau perlindungan bagi tiap individu.

(syifa)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar