Lagi, Kedatangan Ganjar Pranowo ke UMY Disambut Demonstrasi

 
Kedatangan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ke kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Sabtu (6/5) disambut aksi demonstrasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gabungan Solidaritas Jogja Tolak Pabrik Semen dan Aliansi Mahasiswa UMY Peduli Kampus. 

Dalam rilisnya, massa aksi mempertanyakan sikap Muhammadiyah dan pihak kampus UMY yang mengundang Ganjar Pranowo sebagai pejabat publik yang sedang bermasalah dalam persoalan pendirian pabrik semen di Rembang, di saat PP Muhammadiyah tengah melakukan advokasi petani yang sedang berjuang di Kendeng. Kedatangan Ganjar Pranowo ke UMY tersebut dalam rangka menghadiri acara kuliah umum yang diprakarsai oleh Center For Law and Social Welfare Studies Fakultas Hukum UMY dengan tema “Strategi Pengelolaan Investasi di Daerah untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat”.

Aksi penolakan Ganjar Pranowo ke UMY tersebut bukan pertama kalinya, sebelumnya pada 25 Maret 2017 rencana kedatangan Ganjar ke UMY juga mendapat aksi serupa. Berbeda dengan aksi sebelumnya yang mana Ganjar membatalkan kedatangannya ke UMY, pada kesempatan ini ia tetap menghadiri kuliah umum di kampus UMY.

Tindakan Represif Satpam
Aksi demonstrasi yang dilaksanakan sejak  pagi pukul 08.30 WIB di depan Gedung KH. Ibrahim, tempat berlangsungnya kuliah umum tersebut mendapat tindakan represif dari pihak keamanan kampus UMY. Massa aksi mendapat perlakuan berupa pemukulan, dorongan hingga tendangan oleh beberapa petugas keamanan yang mendatangi aksi sekitar pukul 11.30 WIB. Tindakan represif tidak terhindarkan setelah terjadi adu mulut antara pihak keamanan dan massa aksi yang diminta berhenti membacakan orasi karena Adzan tengah berkumandang. Massa aksi membubarkan diri meninggalkan kampus UMY sekitar pukul 12.30 WIB.

Berkaitan dengan tindakan represif tersebut, Heron, koordinator aksi melalui rilisnya, mengecam pihak kampus yang tidak mengambil tindakan ketika perlakuan represif petugas keamanan dilakukan kepada massa aksi. Lebih lanjut, massa aksi menuntut kampus harus mengevaluasi kembali petugas keamanan UMY dalam melaksanakan tugasnya. Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, petugas keamanan kampus UMY belum memberikan klarifikasi atas tindakan represif yang dilakukan terhadap massa aksi.  

Dihubungi Nuansa, Hilman Latief, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMY menyanyangkan insiden tersebut terjadi. Menurutnya terdapat kesalahpahaman dan komunikasi yang kurang terjalin baik antara koordinator demonstran dengan pihak keamanan kampus.  

Lebih lanjut ia menanggapi kehadiran Ganjar Pranowo ke UMY dalam acara kuliam umum tersebut. "Pak Ganjar ke UMY untuk memenuhi janjinya beberapa waktu silam yang batal, forum tersebut sebetulnya menjadi media yang strategis untuk mengklarifikasi isu yang sedang berkembang terkait investasi di Jawa Tengah, termasuk tentang pabrik semen," tutur Hilman. "Saya meminta maaf atas ketidaknyamanan karena insiden ini. Semua pihak harus bisa menahan diri. Saya berharap iklim akademik di kampus dapat kita jaga bersama-sama," tutupnya. Hingga kini Hilman mengaku masih menunggu kronologi insiden dari koordinator baik dari demonstran maupun pihak keamanan kampus. (YA)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments:

  1. Sangat disayangkan jika Pers itu beropini

    BalasHapus