BC 14 Gelar PARADOK


Ilmu komunikasi angkatan 2014, konsentrasi Broadcasting Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah sukses menggelar PARADOK “Parade Dokumenter” pada kamis (18/5) yang diselenggarakan di Auditorium IFI-LIP (Institut Francis Indonesia – Lembaga Indonesia Prancis) Jalan Sagan, Terban, Gondokusuman, Daerah Istimewa Yogyakarta.  

Ada delapan film hasil karya mahasiswa Broadcasting UMY 2014 yang diputar dan didiskusikan pada malam apresiasi ini, yang pertama adalah film dengan judul ‘Sesajen Bertasbih’ yang disutradarai oleh Thoriq. Film ini mengankat tentang budaya ritual masyarakat Jawa yang tabu. Film kedua adalah ‘Ra Ngawul Ra Gaul’, yang bercerita tentang tren jual beli pakaian bekas yang sedang marak, disutradarai oleh Gilang. Film ketiga  ‘The Simple Way’, yang bercerita tentang touring unik menggunakan bus kota, disutradarai oleh Lucky. Film keempat adalah ‘Ka(s)mi’, yang bercerita tentang kehidupan seorang nenek pengepul barang bekas dan penjual pakaian bekas, disutradarai oleh Denggan.  Film kelima ‘Yang Akan Hilang’ film yang bercerita tentang masyarakat Kulon Progo yang terkena imbas dari pembangunan bandara  di sana, disutradarai okeh Yusuf. Film keenam adalah “7.10”, film yang bercerita tentang kopi luak, disutradarai oleh Dewa. Film ketujuh adalah ‘Ratu Drag Bike’ film yang bercerita tentang salah satu atlet drag bike wanita asal Yogyakarta yang berprestasi, disutradarai oleh Nurhadi. Film terakhir karya Broadcasting UMY 2014 adalah ‘Taste From the Past’, yang disutradarai oleh Acil ini bercerita tentang pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pada masa lalu.

Selain memutarkan film hasil karya Broadcasting UMY 2014 PARADOK “Parade Dokumenter” juga memutar film tamu hasil karya Kuliah Kerja Nyata (KKN) mandiri UMY di Papua milik Mahardika Bakti Nusantara. Film tersebut berjudul ‘Kokoda’, yang disutradarai oleh Imam Yudhanto. Film tersebut bercerita tentang masyarakat suku Kokoda yang hidup dengan masyarakat transmigran.

Ada dua kategori film hasil pilihan dewan juri dalam awarding PARADOK “Parade Dokumenter” ini, yaitu Special Mention dan Film Terbaik. Juri yang terlibat merupakan tiga orang movie maker, mereka adalah BW Purbanegara, Anto, dan Yudha Kurniawan. Kategori Special Mention PARADOK “Parade Dokumenter” didapatkan oleh film ‘The Simple Way’, sedangkan kategori Film Terbaik PARADOK “Parade Dokumenter” dimenangkan oleh film ‘Taste From the Past’.

Aldi Bayu, ketua  PARADOK “Parade Dokumenter” dalam wawancara bersama LPPM Nuansa UMY menyampaikan, PARADOK “Parade Dokumenter” merupakan sebuah apresiasi dari hasil mata kuliah Produksi Program Feature dan Dokumenter. Dimentori oleh Budi Arifianto atau lebih akrab disapa “Mas Tobon” yang berwujud pemutaran dan diskusi film bergenre dokumenter hasil karya mahasiswa Broadcasting UMY 2014. Ada tiga agenda dalam rangkaian acara PARADOK “Parade Dokumenter”, yang pertama ada Kamis Menonton, Kelas roduksi Film Dokumenter, dan Malam Apresiasi. “Parade Dokumenter merupakan rangkaian panjang dari proses belajar mata kuliah produksi program feature dan dokumenter dosennya mas Budi Arifianto, kalau anak BC manggilnya mas Tobon. Dilaksanankan selama 2 semester dengan 8 sks. Kami di semester 5 membentuk kelompok, satu kelompok 10 orang, kemudian brain storming ide berminggu-minggu untuk menentukan ide mana yang paling pas yang bisa kita produksi di semester 6. Malam ini merupakan malam apresiasi, pemutaran dan diskusi antara sutradara dengan penoonton. Rangkaian acara pada Parade Dokumenter ini ada kamis menonton, Kelas produksi, dan malam ini malam apresiasi,” jelasnya.

Budi Arifianto, dosen pengampu mata kuliah terkait, menyampaikan tujuan diadakannya PARADOK “Parade Dokumenter” adalah sebagai wadah apresiasi bagi karya mahasiswa. “Paradok ini merupakan tempat apresiasi bagi hasil perkuliahan biar tidak sekedar tugas kuliah yang berakhir di hard disk dosen kemudian keluar nilai A,B,C,TL, kemudian udah,” jelasnya.


Dosen yang kerap disapa Mas Tobon ini juga memaparkan bahwa event apresiasi serupa PARADOK “Parade Dokumenter” ini sudah ada sejak tahun 2012, namun nama PARADOK “Parade Dokumenter” akan dipakai lagi untuk periode-periode berikutnya. “Paradok ini baru pertama kali diselenggarakan, tapi udah ada pra paradok di tahun-tahun sebelumnya seperti Pesta Sinema pada tahun 2012, Kolase Dokumenter tahun berikutnya, sampai Paradok di tahun ini. Paradok ini merupakan blue print yang nantinya bisa kita lakukan lagi di tahun-tahun selanjutnya, karena programnya sudah jelas, harapanya bisa berkelanjutan sampai paradok 2, 3, 4, dan seterusnya,” jelasnya.


Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar