Yogjakarta Darurat Klithih, KOMAP UMY Lakukan Audiensi bersama Wakil Ketua DPRD DIY

Suasana audiensi dengan Wakil Ketua DPRD DIY.

Fenomena Klithih akhir-akhir ini sedang menjadi sorotan hangat di kalangan masyarakat Yogyakarta. Hal ini membuat Korp Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (KOMAP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan Forum Dengar Pendapat Umum bersama Wakil Ketua Dewan Pemimpin Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan tema “Jogjakarta Darurat Klithih”. Acara ini diselenggarakan di Ruang Audiensi DPRD DIY pada hari Selasa (18/4).

Forum Dengar Pendapat Umum ini masuk ke dalam salah satu agenda Go Tour, yang mana merupakan agenda rutin KOMAP UMY setiap tahunnya. Galang Sandi selaku Ketua Panitia menuturkan, bahwa Goverment Tour merupakan agenda rutin divisi Humas dan Pers KOMAP UMY setiap tahun  untuk mengunjungi instansi pemerintahan. “Selain untuk menambah wawasan dari instansi pemerintahan yang kita kunjungi, kita juga mengkaji isu yang kemudian kita sampaikan kepada instansi yang bersangkutan dan nantinya akan kita kawal,” tutur Galang.

Dalam forum tersebut Wakil Ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto, menerangkan bahwa salah satu faktor adanya fenomena klithih yang notabene melibatkan para pelajar di Yogyakarta ini, ialah karena keluarga yang kurang harmonis. Dengan begitu, anak lebih cenderung merasa “nyaman” dan diterima di kelompok sebayanya. “Para pelaku tindak kekerasan rata-rata berasal dari keluarga yang tidak lagi hangat. Kemudian, mereka merasa di rumah tidak memiliki ‘keluarga’, mereka akan baru merasa nyaman sebagai ‘keluarga’ ketika eksistensi psikologinya dihormati dan diakui,” terang Arif.

Melihat fenomena klithih yang semakin marak dan meresahkan, DPRD DIY berinisiasi untuk membentuk suatu Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) tentang Ketahanan Keluarga. Nantinya, menurut Arif, RAPERDA ini akan mengembalikan lagi peran-peran strategis keluarga seperti dengan amanah Undang-Undang (UU) No. 52 Tahun 2009 tentang Kependudukan dan Keluarga Berencana, Peraturan Pemerintah (PP) No. 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi, dan UU No. 23 Tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“DPRD DIY sudah menyetujui bersama dengan eksekutif, PERDA tentang Ketertiban Umum. PERDA Ketertiban Umum akan melarang sangat keras kepada siswa-siswa sekolah yang mengendarai kendaraan bermotor yang belum mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM). Dengan begitu, nantinya juga akan mengembalikan peran keluarga yang sangat penting untuk menanamkan pendidikan karakter kepada anaknya,” jelas Arif.

Alrdi Samsa selaku ketua KOMAP juga menambahkan bahwasanya Government Tour ini dilaksanakan karena berangkat dari dua rangkaian acara sebelumnya yaitu Kajian tentang Jogjakarta darurat klithih. “Dari kajian tersebut panitia membawa GoTour ini untuk bertujuan langsung dapat mengaudiensasikan langsung dengan pemerintah khususnya DPRD DIY, bagaimana pendapat dari pihak pemerintah sendiri dalam upaya memberantas fenomena klithih yang tengah jadi sorotan akhir-akhir ini.” Untuk harapan terselenggaranya acara ini Alrdi mengajak agar kita selalu menjaga anak-anak agar berperilaku sesuai dengan usia mereka. “kita sama-sama menjaga anak-anak untuk berkelakuan sewajarnya sesuai dengan usia mereka. Keluarga tentunya harus berperan aktif dan memerankan fungsinya dalam hal tersebut.” Imbuhnya.

Imelda, Mahasiswi Ilmu Pemerintahan sebagai peserta juga menambahkan bahwa output yang akan didapat dari acara GoTour tersebut dapat bermanfaat bagi semua panitia dan peserta. “Acara GoTour ini sangat bermanfaat karena mengingat tema yang diangkat sesuai dengan masalah yang tengah marak di Jogjakarta dan klithih sendiri adalah fenomena yang termasuk darurat butuh perhatian khusus teruntuk pelaku, hal ini juga berkaitan dengan kekerasan anak dimana bersangkutan dengan delapan fungsi keluarga yang harus dijaga, mengingat generasi sekarang adalah asset bangsa yang akan meneruskan dan memimpin masa depan bangsa selanjutnya”. Tuturnya.

(CDL,Alf)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar