Tangisanmu Meluluhkan Hati Kerasku

Sumber gambar : http://www.ummi-online.com

Oleh : Surya Mahardika

Adik, sini ku peluk dan kucium keningmu yang kusam ini
Kakak tau dan merasakan perasaan takut di hatimu dik
Kakak tau kau sangat kelaparan
Kau sangat takut akan kejadian ini
Orang tuamu tak bisa menjagamu wahai adik yang malang
Sekarang kau hanya sebatang kara tanpa kasih orang tuamu

Adukanlah itu semua kepada Allah wahai adikku
Bilang kepada tuhamu, kenapa mereka begitu sadis membantai keluargamu
Seakan tak ada lagi warna selain hitam di hati busuknya
Malam dan pagimu penuh dengan teriakkan yang tak kunjung henti
Jeritan yang sama dengan apa yang kau rasakan seperti hujaman roket
Peledak dan penghancur semuanya
Luka perih disekujur tubuhmu kau obati dengan ayat-ayat-Nya
Debu debu yang tebal menutupi wajahmu yang halus
Menjadi gumpalan tanah yang pedih
Tak ada makanan nikmat lagi disekitarmu
Tak ada air jernih yang dapat mengilangkan haus dahagamu
Kau sangat kuat adikku
Lebih kuat dari mereka yang menghancurkanmu

Tempat lahirmu dihancurkan oleh rezim jahat
Hilang sudah masa masa indahmu
Bermain tak kenal waktu di taman bermain
Selalu ceria dikala pagi menyapa
Kagum dengan keindahan bintang yang menghiasi malam
Itu semua telah hilang adikku
Tak bisa lagi kau menikmati itu semua
Tak sama seperti dulu
Munkin kau lebih sering melihat hujan roket dan peluru sadis
Suara ayam berkokok menggantikan runtuhnya bangunan indah itu

Aku yakin kau tak tau kenapa ini semua terjadi
Kau pun bahkan tak pernah berpikir kejadian jahat ini
Tapi itulah manusia dik
Haus akan kekuasaan dan harta yang banjir di jiwanya

Aku melihatmu menjerit didepan mayat ayah dan ibumu
Seakan kau yakin mereka akan hidup kembali
Mereka akan mengasihimu seperti dulu kala
Kau tak sendirian dik
Masih ada aku yang selalu membantumu dan mengasihanimu
Kakak dan teman teman selalu berada disisimu
Tangan kami selalu siap menemani hari harimu
Tetaplah tersenyum dan hapus ingatan kelam itu
Berjanjilah kelak kau yang akan menciptakan kedamaian itu

Selagi kau masih bersama Allah dalam setiap susah dan bahagiamu
Maka disitulah Allah selalu memelukmu


Salam saudaramu nan jauh disana

Indonesia 18,12,2016
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar