Stop Pemberian Julukan

Sumber gambar : http://www.cosmogirl.co.id

Sadarkah anda, dalam suatu pertemanan sering kali terjadi pemberian julukan buruk tertentu terhadap seseorang? Julukan buruk terhadap satu sama lain dalam suatu lingkar pertemanan memang biasanya dianggap wajar karena julukan tersebut diberikan dengan maksud bercanda atau menegur. Julukan tersebut biasanya diberikan karena adanya kegiatan berulang yang dilakukan oleh seseorang atau memang karena seseorang itu memiliki ciri khas yang membedakan dia dengan orang lain.  Julukan buruk yang sering hadir  dalam suatu lingkar pertemanan seperti “si kurus”, “si centil”, atau “si ngaret” yang kemudian menjadi nama lain dari salah satu diantara mereka.

Selain pemberian julukan buruk, ada juga satu kebiasan yang seringkali terjadi dalam suatu lingkar pertemanan, yaitu mempersingkat dan merubah nama seseorang. Hal ini terjadi karena memang nama seseorang itu terlalu panjang, terlalu susah untuk diucapkan, atau hanya karena malas.

Satu hal yang lucu dalam pemberian julukan, penyingkatan, dan perubahan nama adalah bahwa para korban seringkali menerima saja perlakuan tersebut. Beberapa faktor yang menyebabkan para korban menerima perlakuan tersebut adalah para korban merasa pemberian julukan, penyingkatan, dan perubahan nama tersebut wajar karena sesuai dengan kenyataan, para korban merasa diterima dalam lingkar pertemanan karena menganggap itu adalah bentuk keakaraban dan para korban tidak merasa tersinggung karena tidak hanya mereka yang mendapatkan julukan tapi juga yang lainnnya dalam lingkar pertemanan mereka.

Kegiatan pemberian julukan, mempersingkat, dan merubah nama seseorang dalam lingkar pertemanan adalah suatu hal yang seharusnya tidak dilakukan dengan dalih alasan apapun, karena julukan, penyingkatan, dan perubahan terhadap nama asli seseorang itu akan menjadi doa bagi orang tersebut. Padahal hal tersebut belum tentu mengandung doa yang sama dengan yang diharapkan oleh orangtua, bahkan bisa jadi menjadi doa yang berbeda dan memiliki makna yang buruk.

Larangan terhadap pemberian julukan buruk, penyingkatan, dan perubahan  terhadap  nama seseorang terdapat dalam Al-Quran surah Al Hujarat ayat 11 yang berbunyi, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruknya panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.


Selain itu, dalam suatu hadist riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa, “Sesungguhnya kalian dipanggil di hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka perindahlah nama-nama kalian.” Berdasarkan dua sumber tersebut, maka jelaslah bahwa pemberian julukan buruk terhadap seseorang meskipun ia adalah teman akrab dan maksud pemberian julukan tersebut adalah untuk bercanda, hal itu tetaplah tidak boleh. Melalui dua sumber ini juga, ada baiknya dalam memanggil seseorang hendaklah dengan nama aslinya atau dengan nama lain yang memiliki makna atau doa yang baik. Selain itu, para korban juga harus bertindak tegas pada saat oranglain memanggil mereka dengan julukan buruk, mempersingkat dan merubah nama mereka, dengan mengatakan atau meminta terhadap para pelaku untuk memanggil mereka dengan nama asli dan jika para pelaku tetap tidak berubah, hal yang harus dilakukan para korban adalah dengan tidak menghiraukan panggilan mereka sampai para pelaku memanggil dengan nama asli.

(SRI)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar