Public Lecture DR. Zakir Naik: Menciptakan Perdamaian dengan Toleransi Beragama

Dr. Zakir Naik ketika memberikan ceramah.

Dalam agenda safari dakwah DR. Zakir Naik di Indonesia, beliau juga datang ke Yogyakarta sebagai tempatnya melakukan dakwah. Kedatangannya di Yogyakarta ini tepatnya berada di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Setelah melalui proses pembukaan pendaftaran peserta, agenda Public Lecture: Religion an as Agent of Mercy and Peace kemudian berlangsung pada Senin (3/3) di Sportorium UMY.

Kedatangan DR. Zakir Naik di UMY juga ditemani oleh istrinya, Farhat Naik. Ketika dalam perjalanan DR. Zakir Naik memasuki panggung utama, sempat ada beberapa kendala yang menghambat jalannya acara. Banyaknya peserta kegiatan membuat jalan menuju panggung utama Sportorium UMY menjadi penuh. Terlebih permintaan Farhat Naik yang tidak berkenan untuk diambil fotonya, membuat panitia berulangkali menghimbau peserta untuk menyimpan poselnya yang digunakan untuk berfoto. Kehadiran DR. Zakir Naik menuju panggung utama Sportorium UMY disambut meriah dengan tepuk tangan dari para peserta kegiatan. Pengawalan ketat pun terus dilakukan oleh aparat keamanan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Setelah DR. Zakir Naik memasuki ruang Sportorium, selanjutnya ada pembacaan ayat suci Al - Qur'an oleh Muhammad Nabiel Mubarok. Dalam agenda ini Wakil Rektor IV UMY, Hilman Latief, memberi sambutan dengan berterimakasih atas kedatangan DR. Zakir Naik. Beliau berharap peserta Public Lecture ini bisa mendapatkan semangat dan inspirasi baru dalam beragama, serta berpesan agar selalu hidup dalam perdamaian. Selain itu, terdapat pula pemutaran video sambutan Din Syamsudin selaku Ketua Penasihat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Beliau berharap kedatangan DR. Zakir Naik dapat menginspirasi kaum muslim maupun non muslim dan dapat mewujudkan toleransi beragama di Indonesia.

Pukul 09.00 DR. Zakir Naik memasuki panggung dan memulai ceramah dengan sambutan. Dalam sambutannya beliau mengaku baru pertama kali ke Indonesia, beliau juga mengatakan dalam bahasa Inggris yang berarti, "Kamu tidak mengunjungi Indonesia jika kamu tidak mengunjungi Yogyakarta”. Saat berjalannya pemyampaian materi dari DR. Zakir Naik ada bantuan dari translator yang menerjemahkan Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.
Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan pada dasarnga semua agama mencintai perdamaian. Beliau menyampaikan bahwasannya perdamaian begitu mudah disebarluaskan saat ini melalui media massa dan media sosial. Beliau melihat bahwa media tersebut dapat menjadi bentuk propaganda Islam terhadap dunia.

Beliau juga menjelaskan bahwa selama ini arti jihad sering disalahpahami oleh kaum muslim maupun non muslim. Jihad yang sering dilihat sekarang ini adalah yang dilakukan oleh sekelompok ekstrimis yang mengatasnamakan jihad bukan dalam arti sesungguhnya yang dibenarkan Islam. DR. Zakir Naik mengatakan beliau bangga menjadi orang Islam yang fundamentalis. Islam merupakan agama yang paling menegakkan toleransi dalam segala hal baik agama, ras, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Beliau mengatakan bahwa saat ini media internasional tidak mencoba menyebarkan perdamaian yang dipahami dan diyakini oleh Islam. Beliau mencontohkan pernyataan Hillary Clinton yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat mencoba membangun radikalis Taliban dan menyatakan proxy war terhadap Rusia kemudian menyalahkan muslim atas kejadian - kejadian tersebut. Di akhir ceramahnya beliau berpesan pada setiap muslim agar selalu berpedoman pada Al-Qur'an dan Islam, niscaya akan mendapatkan kedamaian di dalamnya.

Setelah berceramah, kemudian dibuka sesi tanya jawab. Penanya diutamakan adalah peserta yang beragam non muslim. Salah satu peserta yang bertanya yaitu Emi, seorang Katholik berusia 40 tahun yang sudah menikah dan memiliki anak. Emi menyatakan sudah lama tertarik dengan Al-Qur'an. Ia belum mengucap syahadat namun ia sudah sempat beberapa kali melakukan sholat dan mempelajari Islam. Dari penyataannya itu ia bertanya apakah yang dilakukannya itu sudah sah? Kemudian DR. Zakir Naik menjawab. "Untuk masuk Islam kamu tidak harus proclaim atau declare. Cukup meyakini dalam hati berarti kamu sudah Islam".

Ada pula seorang mu'allaf asal Australia bernama Andrew yang mengaku senang bertemu dengan DR. Zakir Naik dan tertarik pada Islam sejak lama. Sesi tanya jawab berlangsung selama beberapa kali. Dalam sesi tanya jawab juga ada beberapa peserta yang mengucapkan kalimat syahadat dipandu oleh DR. Zakir Naik. Peristiwa itu membuat terharu seisi ruangan dan disambut oleh tepuk tangan meriah.


Acara selesai pada pukul 12.50 dan dilanjutkan oleh agenda press conference di AR. Fakhrudiin A lantai 5 oleh beberapa awak media. Press conference diisi dengan tanya jawab dari para awak media kepada DR. Zakir Naik. Agenda press conference inilah yang mengakhiri seluruh agenda kedatangan DR. Zakir Naik ke UMY. [AML, MIKE, RHN]
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar