Bangun Awareness Masyarakat, Mahardika Bakti Nusantara Gelar Pameran Kebudayaan


Seorang pengunjung sedang membaca penjelasan dari foto.
Pameran Kebudayaan Papua “Nigeyo Kokoda” resmi dibuka di Bentara Budaya, Jalan Suroto nomor 2 Kota Baru, Yogyakarta, pada Sabtu (1/4). Pameran yang akan diadakan selama tiga hari ini mengangkat tema “Nigeyo Kokoda, di Timur Indonesia”. Nigeyo dalam bahasa Suku Kokoda merupakan kata sapaan “apa kabar?” atau mengucapkan selamat pagi/siang/malam.

Acara yang dibuka pada pukul 19.30 ini merupakan acara yang diselenggarakan oleh komunitas Mahardika Bakti Nusantara (MBN). MBN sendiri telah melakukan pendampingan dan observasi selama dua bulan di Suku Kokoda, Distrik Mayamuk, Sorong, Papua Barat. Pembukaan pameran Nigeyo Kokoda ini diisi dengan Tari Mambri, tari khas Papua yang dibawakan oleh Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Raja Ampat (IPMARAM) se-Yogyakarta. Selain itu terdapat pula penampilan-penampilan lainnya yang diisi oleh Institut Seni Indonesia (ISI).

Dalam sambutannya, ketua panita, Sukma Patriadjati menyampaikan bahwa terselenggaranya acara ini bertujuan untuk memperkenalkan Suku Kokoda kepada masyarakat Yogyakarta. “Tujuan dari acara ini sendiri adalah untuk memperkenalkan situasi dan konsisi yang ada di Kokoda. Selain itu juga untuk memberikan edukasi dan memperkenalkan kepada masyarakat tentang keragaman suku di Indonesia salah satunya yaitu Suku Kokoda,ungkap Sukma. Pameran Nigeyo Kokoda akan berlangsung hingga hari Senin (3/4). Selain menampilkan pameran foto, acara ini juga akan menampilkan screening film dokumenter yang akan diputar mulai hari Minggu hingga acara penutupan. 

Salah satu pengunjung pameran, Nahiyatu Zahra, merasa puas dengan acara tersebut. Pameran ini cukup informatif dalam mengenalkan Suku Kokoda yang tidak semua orang mengetahui keberadaannya. Selain itu beberapa panitia yang ikut memberikan penjelasan juga membuatnya lebih paham tentang situasi dan kondisi di sana. Ia hanya menyayangkan kecilnya tempat membuat ruangan pameran menjadi tidak maksimal. ”Semoga ke depannya, acara ini tetap ada dan bisa ditambah koleksinya. Kalau bisa suku lain juga ikut dalam acara tersebut,” ujar  Nahiyatu. (AHP/GTA)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar