Pembukaan Kompetisi Peradilan Semu : KSP Petita FH UMY

Suasana kompetisi peradilan semu.

“Agama haruskah tunduk pada undang-undang ataukah undang-undang yang tunduk pada agama?” ujar Romy Maulana, dalam seminar pembukaan Kompetisi Pengadilan Semua Internal II oleh Komunitas Peradilan Semu (KPS) Petita Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FH UMY). Kompetisi peradilan semu ini dilaksanakan pada Rabu (8/3) di gedung AR Fachruddin B dengan diikuti oleh delegasi peserta kopetisi peradilan semu.

Pada tahun ini, tema yang diangkat dalam kompetisi peradilan semu yaitu “Refleksi Kebebasan Untuk Membangun Nilai Kesatuan dalam Bingkai Penegakkan Hukum di Indonesia”. Alasan pemilihan tema tersebut, karena permasalah kebebasan agama di Indonesia sedang disorot oleh masyarakat, salah satu contoh kasus yang terjadi pada kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama. “Contohlah kasus pada Pak Ahok, takutnya pada satu titik dimana ia merasa tidak pernah merasa melakukannya, sehingga kasus tersebut menjadi tidak terselesaikan,” ujar Layli Joko Suryono selaku Kepala Program Studi Fakultas Hukum.  

Seminar yang diikuti oleh peserta dari kompetisi pengadilan semu ini, menghadirkan dua narasumber yaitu Chrisna Harimurti selaku praktisi advokat dan salah satu dosen Fakultas Hukum Iwan Satriawan. Pada seminar yang dibuka dengan tarian yang dilakukan oleh penari dari Unit Kegiatan Mahasiswa Sentakamudya ini, akan berdiskusi bagaimana  Indonesia dapat menyikapi permasalahan beragama yang harus tetap berdasarkan pada konstitusi yang berlaku. Tujuan diadakannya diskusi tersebut agar dapat memantik para peserta kompetisi pengadilan semu untuk mendapatkan inspirasi dalam pengambilan kasus yang akan dipilih.


Tim yang mengikuti kompetisi pengadilan semu ini diikuti oleh lima tim, kompetisi tersebut akan diadakan pada tanggal 18 Maret 2017 mendatang. Lima tim ini diharapkan dapat mempraktekan teori yang telah dipelajarai dalam perkuliahan. “Ketrampilan seorang Sarjana Hukum tidak hanya dilihat dari nilai indeks prestasi saja, akan tetapi  kalau anda tidak pernah beradu argumen, membuat semacam pemberkasan, akan mengalami kesusahan untuk ke depannya,” nasehat dari Layli Joko. Selain itu, menurut Aditya Nugraha dengan diadakannya kompetisi peradilan semu ini diharapkan dapat melatih berargumen bagi anggota KPS Petita UMY, “Tujuan dari adanya kompetisi ini dapat menjadi sebuah wadah bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa hukum untuk mengasah kreatifitas di ranah hukum,” tambah Aditya Nugraha selaku ketua pelaksana acara Kompetisi Peradilan Semu Internal II oleh KPS Petita UMY. (NZ)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar