Mengenal Foto Jurnalistik Bersama Taufan Wijaya dan Budi Dharmawan



“Era sekarang primadonanya kecepatan. Terutama dengan maraknya dot com,” ungkap Taufan Wijaya dalam workshop foto jurnalistik, Sabtu (4/3). Dengan mengusung tema “Potret Nilai Berita Sebuah Peristiwa”, workshop jurnalistik ini digelar di Kantor Pusat Fakultas Teknik (KPFT) Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Workshop foto jurnalistik “Potret Nilai Berita Sebuah Peristiwa” ini diselenggarakan oleh Majalah Teknik Sipil dan Ilmiah Populer “Calpeyron” dalam rangkaian “CLAPROYEX 2” pada tanggal 3 hingga 5 Maret 2017. Workshop ini menghadirkan dua pembicara, yakni Taufan Wijaya, jurnalis lepas sekaligus penulis buku “Foto Jurnalistik” dan “Photo Story Handbook”, dan Budi N. D. Dharmawan, fotografer sekaligus penulis lepas.

Dalam kesempatan tersebut, Taufan memaparkan lebih lanjut berbagai materi mengenai foto jurnalistik. Menurutnya, terdapat beberapa unsur yang dapat dijadikan foto jurnalistik, antara lain peristiwa yang baru atau aktual, penting, menarik, dan relevan. “Foto jurnalistik, yaitu foto yang bernilai berita sekaligus punya keterangan atau caption,” papar Taufan. Dalam pemaparannya tersebut, Taufan menerangkan jika foto jurnalistik dapat membentuk cara pandang suatu masyarakat terhadap suatu peristiwa. Sehingga jurnalis foto harus berhati-hati dalam meliput isu-isu sensitif. “Untuk mendapatkan foto yang kuat, seorang jurnalis foto harus peka dan bisa memprediksi peristiwa yang kemungkinan akan terjadi,” terang Taufan. 

Workshop foto jurnalistik kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai cerita foto atau photo story oleh Budi N. D. Dharmawan. Budi mengungkapkan semua orang dapat memotret, namun tidak setiap orang menguasai narasi visual. Menurut Budi, seorang fotografer harus bisa menunjukkan hal-hal yang tidak biasa orang lihat, membawa ke tempat-tempat yang tidak biasa orang kunjungi, dan menunjukkan kerumitan kehidupan dunia kepada orang lain. “Cerita foto atau photo story cenderung lebih lengkap dan mendalam. Meski demikian, photo story bukanlah kumpulan foto bagus saja, tapi foto yang saling mendukung,” ungkap Budi. (alf)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar