Kritisi Pabrik Semen, IMM FISIPOL UMY Gelar Aksi Damai


Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) FISIPOL UMY menyelenggarakan Aksi Damai di Tugu Pal Putih pada Senin (27/3) malam. Aksi ini sebagai bentuk kritik dan penolakan IMM Fisipol terhadap kebijakan pembangunan dan aktifitas penambangan PT. Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah.

Aksi Damai ini dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Kegiatan ini diawali dengan penyalaan lilin, kemudian diisi oleh orator-orator dari IMM Fisipol sendiri. Kegiatan ini merupakan salah satu proses pembelajaran bagi anggota IMM yang baru. Pembelajaran ini merupakan output dari Bidang Hikmah yang mengkaji masalah politik nasional, lokal, dan isu-isu aktual.

M. Edward, selaku kepala Bidang Hikmah IMM Fisipol, menginformasikan bahwa aksi damai ini merupakan kritik atas kebijakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisipol yang mengundang Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, dalam acara seminar yang sempat diagendakan oleh BEM Fisipol UMY. “Kita menyayangkan pada saat itu, kenapa Ganjar itu diundang tanpa ada analisis yang jelas. Padahal Ganjar sendiri masih ada permasalahan.”

Selain itu, Edward menambahkan bahwa dengan aksi ini diharapkan ke depannya banyak mahasiswa yang sadar akan isu Ganjar ini dan juga diharapkan terbangun wacana sosial. “Kenapa aksi ini ada, penalaran sosial itu harus dibangun di mahasiswa.”

Dalam aksinya, IMM Fisipol menyampaikan enam butir tuntutan terkait isu di Rembang ini. Di antaranya adalah Menolak dengan tegas seluruh aktifitas penambangan dan pendirian PT. Semen Indonesia. Kemudian mendesak Presiden Joko Widodo, sebagai pimpinan pemerintahan yang tertinggi menjamin dan memastikan aparaturnya (gubernur) untuk mematuhi putusan Mahkamah Agung, melindungi hak-hak agrarian dan lingkungan warga Rembang, sekaligus memberikan teguran serta sanksi gubernur atas upaya pengingkaran hukum dan kesepakatan politik Presiden atas kasus Rembang. Juga Mendesak Presiden Joko Widodo beserta jajarannya agar mengembalikan alur kebijakan pembangunan RPJMN (Rancangan Pembangungan Jangka Menengah Nasional) sesuai Pasal 33 UUD 1945. 

Setelah aksi damai ini, IMM Fisipol akan melakukan aksi menulis. “Aksi menulis nanti, harapannya, kena lah. Kena kepada mahasiswa, masyarakat, siapa tahu kena pada Ganjar sendiri.” (RYS)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar