Belajar Bahasa Asing itu Mudah

Sumber foto :  http://2.bp.blogspot.com/-ejyp81PrF4U/Vja5sI0pmQI/AAAAAAAAAVk/YrLDiZzF7nc/s640/poliglot.jpg

Tahukah kalian apa itu poliglotisme? Poliglotisme adalah kemampuan seseorang dalam menguasai beberapa bahasa. Seseorang dapat dikatakan poliglot saat ia mampu berbicara menggunakan dua atau lebih bahasa asing. Tidak ada yang menyebutkan dengan pasti apakah bahasa asing yang dapat dikuasai itu termasuk bahasa daerah, namun kebanyakan para poliglot mampu menguasai bahasa dari berbagai negara di dunia.

Saat ini keahlian dalam berbahasa asing dianggap hal yang sangat penting salah satunya karena kini Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah berlangsung. MEA menuntut warga suatu negara untuk tidak hanya pandai dalam bahasa nasionalnya, tapi juga mampu menguasai bahasa negara lain, sehingga mereka tidak kalah saing dengan warga negara lain.

Di Indonesia sendiri, pelajaran bahasa asing sudah diajarkan bahkan dari bangku pendidikan paling rendah seperti di Taman Kanak-kanak (TK) hingga ke tingkat pendidikan paling tinggi di perkuliahan, bahkan tempat pelatihan bahasa asing pun sudah marak di Indonesia. Walaupun demikian tidak banyak orang yang bisa berbahasa asing. Sebagian dari merasa berbahasa asing itu sulit, padahal jika terus berlatih hal ini tidak lagi menjadi sesuatu yang sulit. Berikut beberapa tips, agar dapat menguasai bahasa asing dengan cepat dan mudah.

  1. Mantapkan niat. Ketika ingin mempelajari sesuatu, ada baiknya kita memantapkan niat agar saat belajar kita menjadi fokus, rajin, dan tidak mudah menyerah. Beberapa masalah pasti akan datang ketika kita sedang mengerjakan sesuatu, dengan niat yang mantap, maka kita tidak akan mudah goyah dan menyerah, karena kita memiliki pegangan untuk mewujudkan apa yang kita mau.
  2. Manfaatkan media. Di zaman yang semakin canggih ini, kita memiliki akses yang sangat banyak untuk belajar. Belajar tidak harus selalu melalui buku-buku atau mengikuti bimbingan belajar di tempat-tempat pelatihan bahasa, tapi kita dapat memanfaatkan social media sebagai wadah kita dalam belajar bahasa. Selain hemat dan praktis, dengan memanfaatkan social media kita menjadi tidak cepat bosan. Ada aplikasi-aplikasi yang dapat kita unduh saat belajar bahasa asing seperti kamus-kamus bahasa asing dan game dengan nama memrise.
  3. Post it. Mulailah menulis kosakata-kosakata asing untuk barang-barang atau kata-kata yang kerap kita gunakan. Dengan menulis kosakata-kosakata asing itu akan membuat kita menjadi terpancing untuk menyebut barang-barang yang kerap kita gunakan dengan bahasa asing.
  4. Watching and Listening. Seseorang dianggap mampu berbahasa asing sering kali dinilai dari caranya berbicara ataeu menerapkan kosakata yang ia ketahui. Dengan menggunakan indera penglihatan dan pendengaran, kita menjadi lebih mudah dalam belajar bahasa asing. Kita bisa menambah dan menguji pengetahuan kosakata kita dengan menonton film-film asing tanpa terjemahannya atau mendengarkan lagu-lagu asing. Dengan menonton film dan mendengarkan lagu-lagu asing kita juga menjadi mengetahui cara penyebutan kosakata bahasa asing dengan benar.
  5. Rubah pengaturan ponsel. Ponsel saat ini menjadi benda yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Kita akan membawa ponsel kemanapun kita pergi. Kita dapat memanfaatkan ponsel sebagai media kita belajar bahasa asing, jika sebelumnya kita meng-install aplikasi-aplikasi seperti kamus bahasa asing, maka kini kita dapat merubah pengaturan bahasa pada ponsel kita sehingga kita dapat terbiasa membaca bahasa asing.


Pepatah mengatakan practice makes perfect. Walaupun kita mengetahui kosakata-kosakata asing, tahu cara membacanya, tahu cara menyebutkannya, tapi jika tidak sering diasah maka pengetahuan kita akan menjadi sia-sia. Dengan selalu mempraktikkannya dalam kegiatan sehari-hari, maka kita akan menjadi terbiasa berbahasa asing bahkan bisa menjadi fasih. (sri)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar