Genangan Air yang Meresahkan Mahasiswa UMY

Pengendara yang sedang melintasi genangan air di UMY.

Memasuki musim penghujan dapat menyebabkan banjir dan genangan air di jalan yang dapat membahayakan pengguna jalan. Tidak sedikit yang mengeluhkan tentang hal tersebut, termasuk mahasiswa yang merasa resah ketika kampusnya terdapat genangan air yang mengganggu aktivitas pengguna jalannya. Seperti yang dirasakan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mereka merasa terganggu ketika hendak ke kampus dan mereka harus melewati genangan air di jalanan terlebih dahulu setelah hujan turun.

Intensitas hujan yang tinggi serta tidak berfungsinya saluran air dengan baik dapat menimbulkan genangan air di sekitarnya. Salah satunya di bagian utara kampus UMY yaitu di depan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keperawatan (FKIK) dan Fakultas Teknik. Seperti yang dikatakan oleh Akhmad Fauzan Hakim, mahasiswa Teknik Sipil UMY angkatan 2015 bahwa banyaknya genangan air di jalanan area kampus setelah hujan turun, seperti di bagian kampus utara dan dibelakang gedung pasca sarjana sehingga perlunya perbaikan sistem drainase agar air yang tergenang dapat mengalir.

Selain di bagian utara, genangan air juga terdapat di bagian selatan UMY tepatnya dibelakang gedung sportorium UMY, genangan tersebut cukup mengganggu pengguna jalan khususnya yang masuk melalui gerbang selatan. “Setiap kali saya memasuki kampus setelah hujan maka saya harus memelankan laju kendaraan saya, saya juga menemui genangan air tepat di depan lobi gedung F (Prodi Agribisnis), terlebih ketika hujan deras maka genangan air sangat tinggi,” jelas Nabila Mahasiswi Ilmu Komunikasi UMY 2014.

Kurangnya perhatian dari pihak kampus mengakibatkan mahasiswa merasa terganggu khususnya bagi mahasiswa pejalan kaki, mereka menjadi kesulitan karena banyak jalanan di area kampus UMY yang tergenang air. Selain itu, genangan air juga mengganggu aktivitas jalan terutama ketika berpapasan dengan pengendara lain yang tidak hati-hati sehingga menyebabkan pengguna jalan lainnya basah karena terkena cipratan air hujan. Pihak kampus seharusnya memberikan kenyamanan kepada mahasiswa demi kelancaran proses perkuliahan bukan malah sebaliknya.


 “Sebaiknya ada perhatian dari pihak kampus untuk memperbaiki fasilitas jalanan umumnya, karena selama ini pihak kampus lebih berfokus pada pembangunan gedung sehingga fasilitas lain yang rusak jadi sedikit terabaikan. Seperti diganti konbloknya atau meminimalisir kendaraan bermuatan besar (seperti truk dan bis) untuk sering lewat di area kampus karena itu salah satu factor yang membuat jalanan rusak,” ungkap Shabira Mahasiswi Ilmu Komunikasi UMY 2014. (FAA/HRP)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar