Aksi Bisu, Rapor Merah Rektor Lama, Harapan dan Masalah Rektor Baru

Orasi massa "Aksi Bisu" di depan Sportorium UMY.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Peduli Kampus (MUMY PK) menggelar aksi yang bertemakan “Aksi Bisu: Rapor Merah Rektor Lama, Harapan dan Masalah Rektor Baru”, pada Sabtu (31/12). Aksi ini dilaksanakan dalam rangka refleksi akhir tahun dari rektor lama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Bambang Cipto, M.A.

Aksi tersebut bertepatan dengan dilantiknya rektor baru UMY terpilih periode 2016-2020 Dr. Ir. Gunawan Budiyanto M.P. Para mahasiswa menuntut agar Rektor baru membenahi  segala hal yang berkaitan dengan kampus, baik dari segi demokrasi kampus, kurikulum, dan biaya kuliah yang dirasa cukup mahal.

Muhammad Idra Faudu, selaku koordinator umum mengatakan bahwa, “Konsep aksi ini adalah aksi bisu, di mana aksi bisu itu adalah simbol di mana mahasiswa di UMY dibungkam bertahun-tahun, ini adalah ekspresi di mana mahasiswa dibungkam, pada aksi kita menyuarakan menuntut rekor baru untuk mendengar, bahwa permasalahan di UMY sangat kompleks, dari masalah demokrasi kampus, kurikulum, dan fasilitas,” tutur Idra kepada Nuansa.

Aksi dimulai sekitar pukul 09.30 WIB di mana mahasiswa yang tergabung dalam aksi ini mengadakan aksi “bisu”. Pada aksi tersebut para mahasiswa menginginkan agar telaksana di depan rektorat, akan tetapi satuan pengamanan (satpam) kampus tidak mengizinkan, karena dirasa aksi tersebut dapat mengganggu ketertiban lingkungan kampus. Kemudian para mahasiswa ini diarahkan ke lobi tiap fakultas dimulai dari bagian utara yaitu lobi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) untuk menggandeng massa dalam aksi ini.

Sempat terjadi ketegangan antara peserta aksi dengan petugas keamanan ketika para mahasiswa aksi ini berada di Taman Batu Gedung F mereka melakukan sejumlah orasi. “Ada satu oknum satpam yang memprovokasi massa dengan menarik-narik kerah salah satu mahasiswa yang mengikuti aksi bisu,” tambah Idra. Namun, keterangan dari salah satu satpam kampus yang menangani aksi ini membantah hal tersebut. “Kami tidak memprovokasi, kami hanya menjalankan tugas menjaga ketertiban dan keamanan di kampus ini,” terang seorang petugas keamanan. Aksi tersebut pada akhirnya berakhir setelah penyampaian orasi dari para massa aksi di Taman Mustofa. (DNX, ENR)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar