UMY Kampus Terpadu, Sudahkah?


Gedung Fakultas Pendidikan Bahasa (FPB) dan Vokasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) belum sepenuhnya berada dalam lingkungan kampus terpadu UMY. Selama ini, kegiatan perkuliahan FPB masih menggunakan Gedung University Resident (Unires) Putri. Kondisi tersebut membuat fasilitas dan sarana pembelajaran tidak baik seperti fakultas lain. Begitu juga dengan Vokasi masih terdapat beberapa kekurangan dalam hal fasilitas dan sarana pembelajaran yang menghambat keberlangsungan perkuliahan.

Kekurangan ruang kelas di FPB merupakan kendala yang dialami selama kegiatan perkuliahan. “Terkadang kita harus menunggu kelasnya, karena kelasnya masih dipakai sama yang lain,” ungkap Masri, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Sekarang, semenjak awal semester ganjil mahasiswa FPB mulai menempati ruang kuliah baru yang dibangun di dekat Gedung Fakultas Hukum.

Sementara itu, mahasiswa Fakultas Vokasi juga mengalami kendala lokasi perkuliahan. Tempat perkuliahan terbagi menjadi dua yaitu di Kampus Terpadu UMY dan di Kampus Wirobrajan. Aktivitas perkuliahan di Kampus Terpadu UMY biasanya digunakan oleh mahasiswa Jurusan Akuntansi Terapan. Sedangkan kegiatan perkuliahan di Kampus Wirobrajan dipakai untuk kelas praktikum dan perkuliahan oleh mahasiswa jurusan Teknik Elektromedik dan Teknik Mesin Otomotif dan Manufaktur.

“Dengan keterbatasan tempat, maka kelas praktikum dilaksanakan di Wirobrajan, lalu perkuliahan ada di Kampus UMY. Biasanya yang menggunakan Kampus UMY adalah mahasiswa Jurusan Akuntansi Terapan,” ujar Dekan Vokasi, Sukamta.

Fakultas Vokasi berdiri tahun 2002. Pendirian fakultas ini awal mulanya merupakan bagian dari Politeknik Muhammadiyah Yogyakarta. Kemudian, tahun 2012 mulai dikelola oleh UMY. Sejak mulai dikelola, pada (31/8) lalu perizinan itu baru dikeluarkan.

Bergabungnya Vokasi ke Kampus Terpadu UMY masih dalam proses diskusi dengan Pimpinan UMY. Perlu pembicaraan yang mendalam mengenai pemilihan lokasi dan pendanaannya. Tetapi terkait hal itu sudah diberi lampu hijau oleh Pimpinan UMY. “Saya sudah bertemu dengan pimpinan umum universitas, dan saya sudah menggusulkan untuk dibangungkan gedung program Vokasi sendiri, tapi ini belum menjadi sebuah keputusan final, karena memerlukan perhitungan dananya juga,” ujar Sukamta.

Selain dua tempat lokasi perkuliahan, Vokasi UMY memiliki kendala yang lebih serius dibanding FPB. Hal fasilitas ruangan kuliah masih terdapat kebocoran jika hujan. Kemudian sarana pembelajaran masih terdapat kekurangan pada perlengkapan alat-alat praktikum dan tidak adanya ruang perpustakaan di Gedung Vokasi.

Wacana terkait  penggabungan Vokasi dengan Kampus Terpadu UMY juga menjadi pertimbangan jajaran rektorat. Wakil Rektor II sendiri mengatakan terlambat mem-backup Vokasi karena belum adanya izin dari pusat atas penggabungan Vokasi dengan UMY. Sehingga sampai izin itu datang, barulah pihak Rektorat akan lebih memerhatikan Vokasi dalam hal fasilitas dan keterbatasan sarana prasarana. “Izin atas penggabungan Vokasi ini, baru kita dapatkan dua bulan yang lalu tanggal 31 Agustus, sehingga kita baru bergerak saat izin ini turun. Kami ragu bila nanti kami bergerak sebelum adanya izin resmi dari pihak pusat, akan adanya teguran yang datang,” ujar Suryo Pratolo Wakil Rektor II.  (NZ/ANS/TAN)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar