Pertanian UMY Adakan Reboisasi Memperingati Hari Menanam Pohon Sedunia


Mencintai lingkungan tidak hanya diungkapkan lewat tulisan dan perkataan saja, akan tetapi juga perbuatan seperti yang dilakukan oleh partisipan acara Reboisasi di Desa Seloharjo, Bantul, pada hari Sabtu, 3 Desember 2016. Acara yang diprakarsai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (BEM FP UMY) yang bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (HIMASEPTA) UMY mengusung tema One Tree For Healthy World. “Tema tersebut diambil karena menyesuaikan luaran acara ini yaitu meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan,” ujar Syaiful Anwar selaku ketua panitia.

Acara Reboisasi yang diikuti sekitar 200 orang partisipan yang sebagian besar merupakan mahasiswa FP UMY tersebut juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul serta sejumlah petani di Desa Seloharjo. Menurut Andriyandono selaku perwakilan dari Dinas Pertanian dan Kehutanan yang hadir dan memberikan sambutan pada pembukaan acara, Reboisasi merupakan salah satu jembatan dalam merealisasikan penanganan lahan kritis di daerah Bantul. Ia juga menambahkan, Seloharjo merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Bantul yang masih tergolong dalam kriteria desa miskin. “Dengan adanya kegiatan semacam ini, diharapkan bisa men-support masyarakat di sekitar Seloharjo. Kami sangat menyambut baik acara ini,” ujarnya saat menceritakan alasan pemilihan lokasi Reboisasi kepada reporter LPPM Nuansa UMY.

Selain itu, pada sambutan yang ia utarakan di awal acara, Andriyandono juga sempat menyinggung tentang pembangunan agrowisata di Desa Seloharjo yang direncanakan sebagai prospek ke depan dari terlaksananya acara Reboisasi. “Kita akan men-setting tempat ini menjadi alternatif wisata karena di Bantul sudah ada Parangtritis, di sebelah utara ada Imogiri dan di antara Parangtritis dan Imogiri ada Seloharjo yang dapat dimanfaatkan menjadi peluang,” ujarnya. Andriyandono juga menjelaskan bahwa jika suatu kawasan memiliki potensi yang menjanjikan maka dapat dijadikan sebagai Agrowisata dan pemerintah daerah akan mendukung dari segi sarana dan prasarana. Hal itu pula yang menjadi pertimbangan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul dalam menangani lahan kritis Desa Seloharjo menjadi lahan produktif dengan memberikan sejumlah 200 bibit tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat dalam mendukung acara tersebut.


Kondisi lokasi yang dilanda hujan tidak menyurutkan semangat para partisipan untuk memberi bukti nyata kepada lingkungan. Penanaman secara simbolis dilakukan oleh perwakilan dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Carik Desa Seloharjo, dan Ketua Panitia acara Reboisasi lalu dilanjutkan penanaman bibit tanaman buah oleh para partisipan yang dibagi menjadi 9 kelompok dengan satu pendamping dari petani Desa Seloharjo di masing-masing kelompok. Dedes Erlina selaku partisipan mengaku sangat senang dapat mengikuti acara Reboisasi. “Menurut saya, acara ini sangat bagus dan menyenangkan karena kita bisa ikut serta dalam melestarikan lingkungan dengan menanam pohon di lahan yang memang benar-benar membutuhkan penghijauan bersama-sama dengan mahasiswa pertanian yang lain, para petani Desa Seloharjo serta Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul,” ujarnya. Dengan terlaksananya acara Reboisasi, selain berkontribusi untuk alam, partisipan juga membantu mengembangkan potensi dan peluang daerah lokasi penanaman yaitu Desa Seloharjo. (ANN / MRS/JABR)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar