Mengenang 12 Tahun Tsunami Aceh Bersama PEUHABA UMY

Penampilan Tari Saman.

Perkumpulan Mahasiswa Bumoe Aceh (PEUHABA) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan acara Mengenang 12TahunTsunami Aceh. Acara ini berlangsung di Kantin Boga Kampus Terpadu UMY yang diikuti oleh mahasiswa Aceh UMY dan Yogyakarta. Tema yang diangkat pada acara ini adalah “Memperingati 12 Tahun Tsunami Aceh".

Hayul Munadi, selaku Ketua panitia menyampaikan latar belakang PEUHABA menyelenggarakan acara ini karena di Aceh sendiri setiap tahunnya selalu mengadakan acara  mengenang tsunami Aceh setiap  tanggal 26 Desember. “Kami sebagai mahasiswa Aceh di Jogja juga ingin membuat kegiatan dalam rangka memperingati 12 tahun tsunami Aceh,” Ujar Hayul. Selain itu, acara ini juga untuk memberikan semangat kembali kepada mahasiswa Aceh yang ada di Yogyakarta agar setelah sukses dapat kembali pulang  untuk membangun Aceh.

Dalam acara ini juga terdapat sebuah talk show dengan menghadirkan dua orang narasumber yang mengalami atau menyaksikan langsung terjadinya bencana tsunami Aceh pada saat itu. Nurul, salah satu narasumber menceritakan kejadian nyata yang dialami saat tsunami Aceh terjadi pada tahun 2004 lalu, “Saat itu Saya berumur sembilan tahun kelas tiga SD, saat tiba pagi hari terjadi gempa besar yang posisi Saya saat itu masih tidur. Tiba-tiba saya ditarik keluar rumah, selang beberapa menit ada gelombang berwarna hitam bentuknya seperti naga,” Ungkapnya. Nurul menambahkan, sepanjang jalan Ia melihat banyak orang sudah bergeletakan di mana-mana.

Hayul menjelaskan alasan mengadakan acara ini di Kantin boga karena Kantin boga merupakan sentral di antara fakultas yang berada di Selatan dan Utara, serta sering dikunjungi mahasiswa pada siang hari. Acara ini juga turut dimeriahkan oleh penampilan hiburan yang menarik seperti, penampilan tari saman, musik, dan pembacaan puisi. Selain itu, dalam acara ini juga disediakan sekitar 250 porsi Mie Aceh untuk tamu undangan yang dibagikan secara gratis.


Di akhir wawancara, Hayul juga mengungkapkan harapan dari diselenggarakannya acara ini yakni agar mahasiswa tidak hanya kritis dan aktivis, namun harus menjadi seseorang yang responsif dan solutif. “Ketika terjadi masalah yang sudah ada di depan mata, seperti bencana alam dan sebagainya, dengan adanya acara seperti ini mahasiswa hatinya dapat tergugah untuk melakukan penggalangan dana, melakukan aksi sosial untuk menghibur korban bencana alam, ataupun memberikan bantuan kepada teman-teman yang terkena bencana alam,” Tuturnya. (ASN/AZFAR).
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar