Bentuk Nyata Slogan Unggul dan Islami Melalui Salat Tahajud dan Subuh Berjamaah

Dosen M. Abdus Shomad ketika memberika kultum pada kegiatan shalat tahajud dan subuh berjamaah di muhammadiyah Islamic center jumat (23/12)

Ada kegiatan yang berbeda di jurusan D3 Teknik Mesin Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) . Seluruh mahasiswa semester 5 dari jurusan D3 Teknik Mesin melaksanakan kegiatan Salat Tahajud dan Salat Subuh berjamaah di Masjid Muhammadiyah Islamic Center, Banguntapan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 hari sejak Rabu (21/12) hingga Jumat (23/12). Hal ini tidak terlepas dari slogan UMY yang “Unggul dan Islami” .

Ibrahim Faza mahasiswa D3 Teknik Mesin semester 5 mengatakan bahwa kegiatan tersebut diwajibkan dari dosen Mata Kuliah Ekologi Industri. Dalam hal ini timbul respon positif karena memicu mahasiswa untuk meningkatkan ibadah menjadi lebih baik. “Kegiatan Salat Tahajud dan Subuh berjamaah ini sebenarnya bagus karena memang sebuah ibadah yang memiliki pahala luar biasa serta dapat dijadikan sebagai pemicu mahasiswa untuk beribadah lebih baik,” ungkap Faza.

Namun, dari kegiatan ini juga timbul respon negatif karena dilaksanakan di tempat yang cukup jauh dari kampus serta dapat mempengaruhi nilai dari mahasiswa. “Kenapa tempatnya tidak di kampus utama saja? Serta karena ini diwajibkan sebagai syarat kelulusan mungkin mayoritas mahasiswa mengikuti kegiatan ini bukan karena niat beribadah tapi karena ingin absen sehingga lulus dari mata kuliah,” lanjut Faza.

Ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut pada Jumat (23/12), M. Abdus Shomad selaku dosen Mata Kuliah Ekologi Industri di D3 Teknik Mesin Vokasi UMY menjelaskan terkait kegiatan tersebut. Beliau menjelaskan ini adalah bentuk nyata dari slogan Unggul dan Islami. “Saya ingin membangkitkan nuansa islami di UMY ini dengan cara Salat Tahajud dan Subuh berjamaah,” Jelasnya.

Mengenai syarat kelulusan mata kuliah, beliau mengatakan bahwa hal ini agar mampu membangkitkan nilai spiritual supaya tidak hanya intelektual saja yang dikedepankan. Serta perlunya internalisasi nilai-nilai keislaman di UMY melalui mata kuliah umum sehingga tidak dianggap sebagai kampus liberal. Dalam Mata Kuliah Ekologi Industri maupun Manajemen Industri jelas ada kesinambungan yaitu dari poin Manajemen Industri atau Ekologi Industri dalam perspektif Al-Quran. “Dari rektor disarankan untuk dimasukan nilai keislaman dalam mata kuliah umum, tidak hanya mata kuliah yang sifatnya keagamaan,” tutur Abdus Shomad.

Harapan kedepannya apabila kegiatan ini mampu dilaksanakan di 3 jurusan di Fakultas Vokasi serta diharapkan juga dari kampus utama mampu untuk menggerakan seluruh jurusan untuk melaksanakan kegiatan ini supaya timbul kesadaran akan pentingnya nilai spiritual. “Ini baru semester 5, besok akan diadakan kembali untuk semester 1 dan 3 serta kemarin dari Jurusan Akutansi Terapan dan Elektromedik telah menyetujui untuk mengadakan kegiatan ini, semoga nanti di kampus utama juga dapat digerakan kegiatan seperti ini,” imbuh Abdus Shomad.

Dalam kegiatan tersebut mahasiswa dibimbing untuk melaksanakan Salat Tahajud 8 rakaat ditambah Witir 3 rakaat dilanjutkan dengan Salat Subuh berjamaah, selain itu kultum dan adzan dilaksanakan oleh salah satu mahasiswa yang hadir. (MUZK)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar