Progam Pengabdian Masyarakat IMM Vokasi, Bangun Koperasi Pupuk Organik


Mahasiswa mempunyai peran aktif mengabdi kepada masyarakat melalui Program Hibah Bina Desa (PHBD). Program yang diselenggarakan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) ini memberi kesempatan berkontribusi dalam pembangunan di wilayah pedesaan. Kontribusi pembangunan melalui program ini satu diantaranya telah dilaksanakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Vokasi, di Kelompok Petani “Handini Makmur”, Pedukuhan 15 Kalipucang, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

Muhammad Azis Akrom, selaku pimpinan kelompok pengabdian Komisariat IMM Vokasi berkonsentrasi pada pembangunan koperasi pupuk organik. Selama ini kotoran sapi hanya disingkirkan dan menumpuk disamping kandang sebelum petani dari wilayah Temanggung mengambil untuk memupuk tanaman.

Belum ada pengolahan lanjutan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. “Dulu pernah ada pengolahan kotoran sapi jadi biogas, namun sekarang vakum. Memungkinkan untuk tahun depan akan melanjutkan kembali pembuatan biogas ini,” Kata Azis, di lokasi pengabdian pada Selasa (15/11) kemarin.

Kegiatan pengabdian yang sekarang dilakukan masih dalam tahap pembangunan Koperasi. Pembangunan bentuk fisik ini nantinya akan dipakai untuk ruang mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik serta gudang penyimpanan dan administrasi. Proses pembangunan dilakukan swadaya oleh anggota kelompok ternak atas dasar musyawarah dengan tim pengabdian. Cuaca menjadi kendala proses pembangunan sehingga melebihi jadwal yang sudah ditargetkan.

Dalam agenda kunjungan lapangan oleh tim Kemenristekdikti, (15/11) siang, menyampaikan hal lain terkait pembangunan koperasi yang belum selesai. Pemakaian jumlah dana hibah yang terbatas kurang sesuai dengan jenis pemakaian material pembangunan koperasi. Disampaikan kepada tim pengabdian untuk proses pembangunan koperasi selayaknya menggunakan bahan baku yang dapat ditemui pada lingkungan sekitar dan memanfaatkan material yang menghemat anggaran.

Untuk proses pembuatan Koperasi Pupuk Organik ini  Tim pengabdian menggandeng Komunitas Untuk Jogja (KUJ) turut andil dalam pelaksanaan kegiatan. KUJ berperan sebagai saluran permasaran pupuk yang diproduksi oleh peternak di kelompok tersebut. Pemasaran ini bermaksud untuk menyalurkan produk agar diketemukan komsumen dengan lebih mudah.

Kelompok Peternakan Sapi dibentuk tahun 2012 akhir, memiliki 33 anggota sebagai pekerjaan sampingan masyarakat setempat. Sebanyak 33 kandang sapi milik kelompok tani ini menampati lahan pedukuhan dengan sistem menyewa lahan. Setiap tahun pemilik kandang dengan ukuran enam kali empat meter mengeluarkan dua puluh ribu untuk biaya sewa lahan.

Melalui program yang dirancang ini sangat membantu peternak dalam pengolahan kotoran sapi. Selain lingkungan kandang bersih dari kotoran, juga menambah pemasukan untuk kas  kelompok tani. “ada peningkatan di kelompok tani Handini Makmur, untuk mengolah kotoran sapi agar lebih bersih,” kata Wagimin (51), anggota kelompok.  (GWR/NZ/KAF)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar