Launching Film Karya Ciko UMY

Suasana diskusi bersama para sutradara dan produser.

Cinema Komunikasi (Ciko) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sukses menggelar acara Movie Land untuk yang ke tiga kalinya pada selasa petang (9/11). Movie Land kali ini dikemas dalam suasana yang berbeda. Panitia  acara berupaya membuat suasana Movie Land  kali ini lebih Colour full dan  lebih  ceria dari sebelumnya. Acara ini juga dihadiri oleh Bambang Wahyu Nugroho selaku Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) dan Zuhdan Aziz selaku perwakilan Kepala Jurusan Ilmu Komunikasi UMY.

Dalam sambutannya, Bambang mengapresiasi atas pencapaian Ciko saat ini. ”Acara  ini untuk kita semua, acara ini untuk menyambut karya-karya kreatif dari anak-anak saya yang saya banggakan,“ ujar Bambang. Hal senada juga diungkapkan oleh Zuhdan, “kami ucapkan apresiasi setinggi-tingginya dan mudah-mudahan acara yang kreatif ini berjalan dengan lancar dan bekesinambungan,” imbuh Zuhdan.

Dalam Acara Movie Land kali ini, Ciko me-launching  4 film yang merupakan hasil karya mereka sendiri. Namun sayangnya karena terjadi kesalahan teknis, film terakhir tersebut gagal ditayangkan sehingga hanya 3 film yang diputar. For The Sun dan Lasminah adalah 2 film yang diputar pada sesi pertama dilanjutkan sesi kedua dengan menayangkan film yang berjudul She.

Pada akhir setiap sesi, terdapat  diskusi santai yang memberikan kesempatan kepada penonton untuk bertanya kepada para sutrdara dan produsernya langsung mengenai film yang telah ditayangkan. “Kenapa gaya kameranya cenderung still hampir di semua film?” tanya salah satu penonton. Iqbal selaku sutradara film For The Sun mengungkapakan bahwa gaya kamera still dipilih agar dapat menyampaikan suasan tenang yang tergambar dalam film tersebut.


Iqbal, yang juga menjadi ketua acara Movie Land tersebut mengungkapkan bahwa tujuan acara tersebut selain untuk launching film, juga sebagai sarana untuk menunjukan eksistensi Ciko. “Sebenernya acara ini, kita cuman pengen launching dan ‘nunjukin’ kalo Ciko itu produktif, tetapi disisi lain, kita juga ingin menjaga eksistensi Ciko,” ungkap Iqbal. Dalam proses pembuatan film, Iqbal menambahkan bahwa Ciko mendapat suport dari alumni.  “Sebenarnya kita juga sudah ada launching film internal, tapi rugi ‘dong’ kalo yang nonton cuman kita, jadi kita pengen yang nonton ini masyarakat umum”.   (ANS, GWR)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar