Jangan Nilai Sesuatu dari Luar !

Foto yang diunggah di Twitter Joko Anwar. (sumber: www.tribunnews.com)

Beberapa hari belakangan ini masyarakat dunia maya atau yang lebih akrab dipanggil netizen dihebohkan dengan viral-nya sebuah foto berisi menu makanan di sebuah restoran shabu di Jakarta yang bertulisakan menu khusus baby sitter. Beredarnya foto tersebut di dunia maya menuai banyak komentar dari para netizen. Sebagian besar beranggapan bahwa pemberlakuan menu khusus baby sitter tersebut tidak adil dan terkesan diskriminatif. Sebagian lagi beranggapan bahwa hal tersebut sah-sah saja karena pada realitanya banyak majikan yang tidak mau membayarkan makanan untuk baby sitter anaknya pada saat mereka di restoran bersama.

Fenomena perlakuan diskriminatif terhadap baby sitter maupun pembantu tumah tangga memang masih sering terjadi di Indonesia. Sebelum hebohnya foto tentang menu khusus baby sitter tersebut, sempat juga beredar foto seorang baby sitter yang duduk menunggu dan menyaksikan majikannya saat sedang makan di sebuah restoran. Hal tersebut membuktikan bahwa perlakuan diskriminatif terhadap baby sitter maupun pembantu rumah tangga kerap kali terjadi di masyarakat.

Kembali ke persoalan viral-nya foto menu khusus baby sitter, dikutip dari detik.com, pemilik dari restoran shabu tempat berasalnya foto menu tersebut  mengatakan bahwa niat awal pemberlakuan menu khusus baby sitter tersebut adalah karena keprihatinan si pemilik yang kerap kali mendengar cerita dari para tamunya bahwa ada keluarga yang sampai memiliki dua atau tiga baby sitter dan mereka keberatan untuk membelikan makanan kepada baby sitter mereka karena makanan di restoran tersebut cukup mahal. Untuk itu, si pemilik berusaha memberikan solusi dengan membuat menu khusus baby sitter yang harganya lebih miring dengan harapan para baby sitter bisa menikmati makanan di restorannya sambil tetap memperhatikan anak dari majikannya.

Jika, dilihat dari tujuan pemberlakuan menu khusus baby sitter yang dimaksudkan oleh pemilik restoran, memang tidak ada salahnya karena tujuan awal dari pemberlakuan menu tersebut tidak ada niat atau unsur diskriminatif. Namun, yang menjadi permasalahan adalah tanggapan dari masyarakat luas tentang adanya menu tersebut. Tidak semua orang bisa berpikir sama dengan apa yang dipikirkan oleh si pemilik restoran. Kemudian adanya perbedaan penafsiran dari penulisan menu khusus baby sitter tersebut  akhirnya memunculkan stigma yang berbeda dari kalangan netizen maupun masyarakat luas.

Menanggapi fenomena foto menu khusus baby sitter yang sedang viral di dunia maya tersebut, kita tidak bisa semata-mata menilai bahwa apa yang dilakukan oleh pemilik restoran adalah hal yang salah karena terkesan diskriminatif. Kita juga tidak bisa menilai bahwa para netizen yang beranggapan berbagai macam tersebut salah karena pada dasarnya semua orang berhak untuk menyuarakan pendapatnya. Jadi, tidak ada yang salah dari para netizen yang menyuarakan anggapannya tentang fenomena foto menu khusus baby sitter tersebut. Namun, yang perlu untuk diingat adalah bahwa dalam menyuarakan atau menyampaikan pendapat hendaknya kita tidak melihat atau menilai hanya dari luarnya saja karena kita tidak akan pernah tau apa yang ada dibalik itu. Sama halnya dengan fenomena foto menu khusus baby sitter yang viral di dunia maya tersebut, tidak ada yang tahu bahwa ternyata dibalik munculnya menu tersebut ada keprihatinan dari pemilik restoran tentang nasib baby sitter yang sering kali hanya dapat melihat dan menyaksikan majikannya makan di restoran tanpa bisa ikut menikmati makanan di restoran tersebut. (KAF)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar