Fenomena Supermoon, Apa Itu?

Sumber gambar : http://voices.nationalgeographic.com/

Salah satu fenomena astronomi yang sedang banyak dibicarakan kali ini adalah Supermoon. Fenomena yang terjadi pada hari Senin, 14 November 2016 dan merupakan fenomena terbaik yang sangat dinantikan.

Bulan Super atau Supermoon adalah istilah yang digunakan para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan bumi. Secara spesifik, bulan super (supermoon) bisa merupakan bulan purnama atau bulan baru, yang jaraknya sekitar 10% atau kurang dari jarak lintasannya dengan bumi. Ketika fenomena ini terjadi, bulan nampak lebih besar dan lebih terang, meskipun perubahan jaraknya hanya beberapa kilometer.

Dilansir dari tribunstyle.com, fenomena ini akan terjadi bertepatan dengan fase bulan purnama pada malam hari, tepatnya pada pukul 20:52 WIB. Bulan akan lebih terang 30% dan tampak lebih besar 14% dari purnama biasanya. Hal ini dikarenakan jarak bulan dengan bumi sekitar 350.000 Kilometer.

Data dari Wikipedia menyebutkan bahwa Supermoon sebelumnya juga telah terjadi pada tahun 1955,1974, 1992, 2005, dan 2011. Fenomena Supermoon yang terjadi beberapa hari yang lalu merupakan yang terbesar dan tercerah selama 2016. Avivah Yamani seorang pengamat astronomi dari Komunitas Langit Bandung  mengatakan dalam tulisannya, Supermoon berikutnya yang makin dekat dengan bumi, baru akan terjadi pada 26 November 2034.

Fenomena ini juga dapat disaksikan di Indonesia. Pengamatan bisa dilakukan dari rumah masing-masing, dengan mata telanjang ataupun dengan alat bantu seperti teleskop. (Uswatun)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar