104 Tahun Muhammadiyah: Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan

Sambutan Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Resepsi Milad Muhammadiyah ke 104 berlangsung Kamis malam (17/11) di Gedung Sportorium Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Milad kali ini mengambil tema Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan.

Rangkaian Milad Muhammadiyah tahun ini selain Resepsi pada Kamis malam, juga diselenggarakan Pameran Foto dan Arsip Muhammadiyah selama 2 hari (17-18/11), serta Diskusi Muhammadiyah dalam Lorong Waktu di lantai dasar Masjid Kampus KH. Ahmad Dahlan pada Jumat pagi (18/11).

“Membangun karakter ialah membentuk  kepribadian yang khas berbasis nilai-nilai Islam al-akhlaq al-karimah untuk melahirkan sosok insan muslim Indonesia yang berbuat kebajikan-kebajikan serba utama dalam kehidupan di lingkup individu, keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan global,” jelas Haedar Nashir, dalam pidatonya selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Haedar menambahkan bahwa bangsa Indonesia yang mayoritas muslim harus dibangun diatas pribadi-pribadi berkarakter mulia, yaitu pribadi yang kuat dalam memegang prinsip kebenaran, berbuat berbagai macam kebaikan, dan menempati batas-batas kepantasan dalam kehidupannya berinteraksi dengan sesama dan lingkungannya. Haedar melanjutkan, dengan upaya melakukan pembangunan karakter bangsa, Muhammadiyah sedang dan akan terus meningkatkan peran dakwah dan tajdid pencerahan menuju terbentuknya keadaban bangsa yang berkemajuan.

 Haedar berharap kepada seluruh jajaran pengurus Muhammadiyah dari pusat sampai ranting beserta jamaah-jamaahnya mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk terus bergerak melakukan usaha-usaha memajukan kehidupan bangsa menuju peradaban yang mencerahkan. Sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar menyerukan kepada Muhammadiyah dan segenap elemen bangsa untuk menyelamatkan generasi masa depan dari virus yang meruntuhkan karakter utama seraya membimbing anak-anak bangsa dengan basis iman dan ilmu menuju derajat kehidupan yang berkeunggulan.

Resepsi milad turut diisi dengan serangkaian acara seperti penyerahan tuan rumah Tanwir pada 24-26 Februari 2017 secara simbolik kepada Gubernur Maluku, Said Assagaf. Selain itu, juga dilakukan Penyerahan Muhammadiyah Award, Penampilan Da’I Cilik Wildan, Penampilan Seni Tradisional Madihin dari Banjarmasin, Sendratari Kolosal 250 pelajar Muhammadiyah, serta launching mobil balap Formula 1 hibrid besutan siswa SMK Muhammadiyah 1 Imogiri.

Tamu-tamu yang hadir pada milad tahun ini cukup membludak. Tamu yang tidak bisa masuk ke dalam terpaksa duduk di bagian depan gedung, menonton rangkaian acara dari layar kaca yang disediakan oleh panitia. “Padahal kami sudah menyiapkan 10.000 konsumsi dan itu masih kurang,” Ujar Adam selaku panitia milad.

“Sebenarnya tidak apa-apa sih kalau pun kita duduk di luar, soalnya memang tidak bisa dipaksakan untuk masuk. Cuma, yang perlu diperhatikan oleh panitia adalah kualitas sound systemnya. Soalnya dari tadi saya nonton disini, kurang jelas kedengaran,” Kata Risa (40) ketika ditanyai oleh Nuansa.

Begitu juga dengan tanggapan Tari (42) yang berasal dari Karangmaru, Jalan Magelang. “ Yo gak apa-apa kalo memang tidak bisa masuk, lagian di dalam sumuk. Salah kita juga tadi tidak datang cepat,” selorohnya. (FAH)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar