Mengubah Mindset Mahasiswa Melalui Talkshow Creator


Dalam rangka diadakannya event tahunan Communication Award, KOMAKOM (Korps Mahasiswa Komunikasi) menggelar soft opening bertajuk Talkshow Enterpreneur pada hari Minggu, (23/10). Acara talkshow ini diselenggarakan sebagai pembukaan dari serangkaian acara Communication Award 2016. Zuhdan Aziz, selaku Sekretaris Jurusan memberikan sambutan sekaligus pembukaan secara simbolik yang menandakan bahwa rangkaian acara Communication Award 2016 resmi dibuka. Rangkaian acara Communication Award sendiri terdiri dari beberapa agenda yaitu, Soft Opening, Kompetisi, dan Awarding Night yang akan diagendakan tanggal 10 November 2016 mendatang.

Tahun ini KOMAKOM mengadakan soft opening berupa talkshow enterpreneur dengan tema Creativepreneur Inspirator (Creator). Tema dengan tagline ‘Innovation Changes You’ ini bertujuan untuk mengubah mindset mahasiswa agar lebih kreatif dalam berkarir ke depannya. Selama ini mahasiswa hanya berpikir untuk mencari pekerjaan setelah lulus, padahal jika mahasiswa kreatif membuka usaha sendiri, ia bisa membuka lapangan kerja untuk orang lain. “Karena dari sebuah kreatifitas dan inovasi kita bisa berubah dari yang awalnya biasa jadi luar biasa.” Jelas Muhammad Iqbal Rivaldi, selaku Ketua Panitia Soft Opening Communication Award 2016.

Sejalan dengan tema yang diusung, KOMAKOM menghadirkan pembicara yaitu dua orang enterpreneur muda kelas lokal dan kelas interlokal. Kedua pembicara tersebut merupakan enterpreneur yang memiliki latar belakang berbeda. Pembicara pertama adalah Tirta Mandira Hudhi yang merupakan seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) sekaligus owner dari Shoes and Care. Sedangkan pembicara kedua adalah Alditsa ‘Dochi’ Sadega, personel dari grup band punk asal Jakarta ‘Pee Wee Gaskins’ yang kemudian membuka usaha Sunday Sunday Co dan Homeribs. Talkshow ini dipandu oleh Irfan ‘Fanbul’ Prabowo yaitu Head of Engangement Hipwee sebagai moderator acara.

Dalam talkshow para pembicara berbagi pengalaman saat mulai merintis usaha mereka. Tirta mengaku bahwa awal mula ia membuka usaha adalah untuk menambah biaya kuliahnya untuk menjadi seorang dokter. Lain halnya dengan Dochi yang memulai ide usahanya setelah ia sering menjadi endorse brand-brand milik orang. “Awalnya saya cuma nge-band, terus sering pakai brand orang, dapat tawaran endorse. Lalu saya mikir, kenapa saya cuma promosiin brand orang aja, kenapa nggak buat dan promosiin brand sendiri.” ungkap Dochi. Ia juga memiliki konsep ‘Band to Brand’ dimana awalnya ia adalah seorang musisi yang melebarkan karirnya dalam dunia bisnis. Selain berbagi pengalaman, para pembicara juga berbagi tips untuk memulai usaha bagi pemula. Tirta selalu mengatakan bahwa untuk memulai usaha yang paling penting adalah niat dan strategi pemasaran juga harus diperhatikan. Dochi juga menjelaskan betapa pentingnya personal branding dalam strategi bisnis.


Rangkaian acara talkshow ini juga disertai sesi tanya jawab dari audiens kepada pembicara secara langsung. Beberapa audiens tampak antusias bertanya kepada kedua pembicara tentang tips dan pengalaman mereka sebagai enterpreneur. Dari pertanyaan salah satu audiens, Tirta berpesan bahwa jangan pernah menjadikan kompetitor sebagai saingan tapi jadikanlah sebagai bahan refleksi dan evaluasi bagi bisnisnya. [RHN, JAS]
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar