Launching Program Keislaman UMY, Yusuf Mansur Hadir Berikan Tausiah

Ustadz Yusuf Mansur menyampaikan tausiah dalam Tabligh Cinta Al Quran dan Launching Program Keislaman UMY.

Univeritas Muhammdiyah Yogyakarta (UMY) memiliki program keislaman sebagai syarat utama bagi seluruh mahasiswa. Program keislaman ini diantara bimbingan Baca AL Quran dan Kuliah Intensif Al Islam (KIAI). Progam KIAI dilaksanakan di awal semester pertama bagi mahasiswa baru dengan mempelajari bidang kajian agama di University Residence (UNIRES).

Sementara itu, kelancaran membaca Al Quran merupakan syarat utama kelulusan. Tes baca Al Quran dilaksanakan di awal sebelum mahasiswa baru melaksanakan perkuliah. Kemudian program yang dijalankan oleh Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMY akan membimbing mahasiswa yang belum baik dalam kelancaran membacaan Al Quran.

Melalui program yang sudah terlaksana tersebut, pada Kamis (27/10), dilaksanakan Launching Program Keislaman UMY dan Tabligh Cinta Al Quran. Dalam sambutan sekaligus peresmian program keislaman, Wakil Rektor Satu, Gunawan Budiyanto, mengajak mahasiswa untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai keislaman bagi mahasiswa UMY. Secara simbolis beliau menyerahkan Al Quran yang merupakan hasil produksi UMY sendiri kepada mahasiswa.

Ustaz Yusuf Mansur hadir sebagai pengisi tausiah dalam kegiatan yang diselenggarakan LPPI dan UNIRES UMY. Dalam tausiahnya Yusuf Mansyur memberikan motivasi kepada mahasiswa supaya tetap membaca dan menghafal Al Quran. Selain itu, beliau ikut mengapresiasikan program keislaman yang diterapkan kepada mahasiwa.

Dalam cerita yang disampaikan. Kisah hidupnya yang penuh dengan keterpurukan itu mampu dirubah dengan rutin membaca Al Quran. Kala masih hidup dalam kondisi buruk dan pernah mendekam dalam sel tahanan tahun 90-an Ustaz Yusuf selalu membaca Al Quran. Melalui membaca Al Quran ini keadaan hidupnya yang penuh dengan prasangka buruk berangsur membaik. “Setelah keluar dari sel tahanan nih, saya temui adik-adik saya. Saya ciumi satu persatu waktu belum nikah tuh mereka. Dek.. maafin segala kesalahan abang ya,” kata ustaz menceritakan masa lalunya.

Dikatakan ustaz selama mendekam di bui beliau mampu menghafalkan hingga empat jus Al Quran. Melalui kemampuan membaca dan menghafal kitab suci Allah ini, Ustaz, memulai mengajarkan kalangan umat muslim membaca Al Quran. Bukan hanya mengajarkan, Lutfi (24), pekerja pembantu rumah tangga di rumah Ustaz kini menjadi guru baca Al Quran di Merlbourne, Australia, berkat kegigihannya mengajak untuk menghafal Al Quran.

Ditemui NUANSA di sela-sela acara, Wakil Presiden BEM UMY, Sutan Komala Pontas, mengatakan masih terdapat kendala di kalangan mahasiwa untuk mendalami ilmu-ilmu Al Quran. “Harapan saya supaya agenda-agenda keislaman ini betul-betul berjalan dengan baik dan mampu memberikan motivasi serta keinginan-keinginan kepada mahasiswa untuk memperdalam ilmu Al Quran,” tegas Sutan. (GWR).
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar