HIMATEM Sukses Gelar Seminar Alat Kesehatan


Dalam rangka mempersiapkan praktisi dan memperdalam ilmu mengenai radiologi, Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Medik (HIMATEM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar acara Seminar Alat Kesehatan, Sabtu (22/10). Acara ini mengambil tema “Uji Kesesuaian dan Teknik Instrumentasi Pesawat Sinar-X Diagnostik Mobile” dan bertempat di Ruang Sidang Gedung AR Fachruddin B lantai 5 Kampus Terpadu UMY.

Menurut Ketua Panitia, Rahmat Jalaludin, peserta yang hadir di acara ini tidak hanya berasal dari UMY, namun juga berasal dari Perguruan Tinggi Swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng) lain, antara lain UMY, STIKES Widya Husada Semarang, Akademi Teknik Elektro Medik (ATEM) Semarang, dan Akademi Teknik Elektro Medik Andakara Jakarta. “Seminar Alat Kesehatan ini diikuti oleh kurang lebih 200 peserta dari Perguruan Tinggi Swasta yang ada di daerah DIY dan Jateng,” tutur Rahmat.

Acara inti dari seminar ini dimoderatori oleh Hanifah Rahmi Fajri selaku dosen di Teknik Elektro Medik UMY dan dihadiri oleh dua pembicara, yaitu Sujatno S.T., M.Eng. Dosen Tekno Fisika Nuklir di STTN BATAN, juga Djoko Sukwono, Praktisi Senior Peralatan Radiologi, dan dosen tamu Vokasi UMY. Pemateri pertama yaitu Sujatno yang memaparkan mengenai teknik instrumentasi sinar-sinar X. Dilanjutkan dengan materi kedua, yaitu mengenai alat diagnnostik mobile yang disampaikan langsung oleh Djoko Sukwono selaku Praktisi Senior Peralatan Radiologi.

Ketika ditemui oleh Nuansa, Rahmat Jalaludin selaku Ketua Panitia menuturkan bahwa latar belakang diadakannya acara Seminar Alat Kesehatan ini, yaitu minimnya jam belajar mengenai materi Radiologi di jurusan Teknik Elektro Medik. “Di Jurusan kami, penyampaian mengenai materi Radiologi itu terhalang oleh jam, maka kami berinisiatif untuk mengadakan seminar ini untuk memperdalam ilmu mengenai Radiologi dan peralatan medis lainnya, karena peralatan-peralatan itu sangat familiar digunakan oleh tenaga medis untuk melakukan diagnnostik dan terapi,” jelas Rahmat.


Rahmat juga menambahkan bahwa dengan diadakannya acara ini, para peserta dapat mengambil ilmu sebanyak-banyaknya dari kedua pembicara dan nantinya ilmu tersebut dapat disebarluaskan ke universitas masing-masing. “Harapannya mereka dapat menyebarluaskan ilmu yang mereka dapat dari sini ke jurusan dan universitas mereka masing-masing. Selain itu, Indonesia juga sudah masuk MEA, secara otomatis kita dituntut untuk siap bersaing dengan teknisi dari negara lain,” terang Rahmat. (ALF, RKH)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar