Mengusung Tema Islami yang Menggembirakan, UMY Fair Undang Dzawin dan The Mahad

Suasana konferensi pers Dzawin dan The Mahad.

Dalam rangka menyambut penutupan UMY FAIR 2016, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KM UMY) menyelenggarakan Konferensi Pers dan Meet and Greet bersama bintang tamu malam puncak UMY FAIR, Dzawin Nur Ikram dan The Mahad. Acara ini diselenggarakan di Sportorium UMY, Selasa (20/9) pukul 15.00 WIB.

Selain Dzawin dan The Mahad, acara ini juga dihadiri oleh Presiden Mahasiswa, Biantara Albab dan Ketua Panitia UMY FAIR 2016, Fito Kurniawan. Dalam sambutannya, Biantara Albab menerangkan bahwa dengan diselenggarakannya UMY FAIR ini dapat memotivasi mahasiswa baru untuk berkembang selama di dunia perkuliahan.

“Tujuan diselenggarakannya UMY FAIR ini, yaitu mengenalkan lembaga kemahasiswaan kepada mahasiswa baru. Dengan dihadirkannya Dzawin dan The Mahad, diharapkan mahasiswa baru dapat memulai karir, meski masih duduk di bangku kuliah,” terang Biantara Albab.  Fito Kurniawan, selaku ketua panitia menuturkan bahwa alasan BEM KM UMY mengundang Dzawin dan The Mahad sebagai bintang tamu, karena sesuai dengan tema yang diusung, yaitu Islam yang Menggembirakan. Dzawin dan The Mahad sendiri merupakan lulusan pesantren yang sukses di karier mereka.
Sementara itu, Dzawin, dalam konferensi persnya, komika (red: pelaku stand up comedy) nasional yang juga lulusan pesantren ini, mengungkapkan bahwa meskipun dengan background islami, seseorang tidak menutup kemungkinan untuk berkarier di dunia luar pestantren. “Kenapa saya memilih stand up comedy? Karena saya suka. Banyak orang yang nanya kenapa nggak jadi ustaz atau pendakwah. Ya karena saya suka stand up comedy. Buat apa di pesantren ada ekskul basket, tapi enggak ada yang jadi atlit basket? Semua berdasar cinta,” jelas komika asal bogor ini.
Senada dengan Dzawin, The Mahad juga menuturkan bahwa mereka ingin menunjukkan bahwa sebagai alumni pesantren, mereka bisa menunjukkan keeksistensian mereka di luar dunia pesantren. “Nama Mahad sendiri memang dari bahasa Arab. Personil kami juga semua temen pesantren, bukan karena apa, karena lebih cocok aja. Kami udah beberapa kali ganti dan itu temen pesantren semua,” terang The Mahad.
Setelah Meet and Greet, Dzawin dan The Mahad menghibur para penonton pada malam puncak UMY FAIR 2016 yang berlangsung di Sportorium UMY Selasa (20/9) malam. (MDG, ALF)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar