Mataf Teknik: Mahasiswa Eksak Harus Peduli Lingkungan


Rangkaian acara Mataf Fakultas Teknik UMY bertempat di area parkir Fakultas Teknik pada Rabu (7/9). Tahun ini sebanyak 671 mahasiswa baru yang terbagi menjadi 55 kafilah menjadi peserta dalam kegiatan tersebut.
“Spirit and Totality Of Engineering” merupakan tema dari Mataf Fakultas Teknik tahun 2016. Berangkat dari tema yang digagas, panitia ingin membangkitkan semangat dan totalitas peserta sebagai seorang mahasiswa yang sesungguhnya. “Mahasiswa sekarang sudah mulai kekurangan esensinya sebagai seorang mahasiswa, kami ingin mahasiswa eksakta juga bisa menjadi mahasiswa pada umumnya yang harusnya peduli dengan lingkungan sosial,” jelas Taufiq Akbar selaku ketua panitia.
Konsep yang diajukan tahun ini pun sedikit berbeda dari tahun lalu, dimana materi yang disampaikan tidak sepenuhnya membahas seputar ilmu eksakta. Dalam mataf Fakultas Teknik kali ini panitia ingin menumbuhkan jiwa sosialis pada mahasiswa baru. Harapannya adalah nantinya para mahasisawa teknik tidak hanya berkutat dalam bidang yang mereka tekuni saja, melainkan juga memiliki jiwa dan kepekaan sosial yang tinggi.
Dalam agenda acara panitia juga memberikan waktu kepada setiap kafilah untuk mempresentasikan tugas yang telah diberitahukan ketika Technical Meeting (TM) lalu. Presentasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi dengan peserta lainnya. Adapun presentasi membahas tentang penelitian karya yang telah dibuat oleh setiap kafilah sebelumnya. Tujuan dari penugasan tersebut adalah untuk mempersiapkan mahasiswa dalam mengajukan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Mengingat mahasiswa Fakultas Teknik nantinya akan sering diberikan tugas mengenai PKM. Melalui tugas tersebut diharapkan tahun ini akan lebih banyak PKM yang diajukan oleh mahasiswa daripada tahun sebelumnya. “Kita kalau mengharapkan mahasiswa ini mencoba pada saat sudah kuliah mungkin sulit, makanya kami tugaskan untuk membuat satu karya per khafilah, yang juga dipersiapkan untuk PKM nanti,” kata Taufiq Akbar.
Selain itu, panitia juga mengundang Kepala Kodim Kabupaten Bantul, Letkol Infantri Agus Widianto sebagai pembicara dalam kegiatan ini. Materi yang disampaikan yaitu tentang Wawasan Kebangsaan. Dalam sebagian materinya Letkol Infantri Agus Widianto menjelaskan tentang Bahaya Proxy War. Proxy War sendiri adalah adu kekuatan antara dua pihak dengan menggunakan pihak ketiga. Beliau mengaktakan bahwa Proxy War adalah salah satu bentuk problematika yang cukup banyak terjadi di Indonesia saat ini, tidak terkecuali pada pemuda. Beliau juga mengingatkan pada para mahasiswa baru bahwa kehancuran generasi adalah kehancuran bangsa kita. Dengan begitu beliau berharap agar para mahasiswa memiliki kekuatan karakter dan menjadi generasi yang berintelektual.
Beberapa mahasiswa baru merasa antusias mengikuti rangkaian Mataf Fakultas Teknik hari ini. Salah satu mahasiswa Teknik Mesin bahkan menganggap bahwa tugas yang diberikan oleh panitia tidak memberatkan, justru bisa meningkatkan kreatifitas mahasiswa. “Tugasnya kreatif kok, jadi bisa  tau apa aja alat-alat yang dibutuhin. Kalo alat-alat yang kami bikin bisa lah, mungkin semua anak juga bisa buatnya,” tanggap Rizal tentang tugas yang diberikan.
Sebagai mahasiswa baru bidang eksakta, salah satu mahasiswi fakultas teknik mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan cukup bisa diterima walaupun materi tidak bersifat eksakta. “Ya kita kan bisa sekalian tau juga sejarah tentang Indonesia, bisa tambah wawasan juga sih,” ungkap Putri, mahasiswa baru Teknik Informatika. (RHN, MIKE)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar