Mataf Pertanian: Bersatu untuk Pertanian Berkemajuan

 
Setelah seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan disatukan dalam Masa Ta’aruf (Mataf) universitas di Gedung Sportorium, hari ini, Rabu (7/9), para mahasiswa baru berkumpul dan melanjutkan rangkaian acara Mataf hari kedua di fakultas masing-masing. Selain Mataf Universitas yang memiliki tema besar, Mataf Fakultas pun memiliki tema tersendiri yang menjadi ciri dan identitas dari masing-masing fakultas, salah satunya ialah Fakultas Pertanian. Bertempat di Ruang Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK), rangkaian Mataf Fakultas Pertanian 2016 mengangkat tema “Bersatu untuk Pertanian Berkemajuan”.

Pertanian berkemajuan yang dimaksud adalah pertanian yang selalu mengalami perubahan ke arah yang lebih positif dan progresif. Menurut Rahmatul Khafidl, Ketua Pelaksana Mataf Fakultas Pertanian 2016, tema tersebut dipilih karena menurunnya kesadaran dan simpati mahasiswa terhadap pertanian. “Nilai ini disisipkan agar para mahasiswa baru merasa bangga menjadi bagian dari Fakultas Pertanian. Selain itu, diharapkan juga agar mereka menjadi petani yang berbeda dari perspektif masyarakat pada umumnya yaitu petani yang berilmu,” tambah Rahmatul.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Sarjiyah M.S., selaku Dekan Fakultas Pertanian UMY menekankan kepada mahasiswa baru tentang perbedaan antara masa sekolah dan kuliah. “Hal-hal yang menjadi pembeda antara sekolah dan kuliah terdapat dalam sistem pendidikan, tujuan pendidikan, paradigma yang digunakan, metode pembelajaran, media pembelajaran, proses bisnis, dan aktivitas yang dilakukan,” ujar Sarjiyah. Selain memberikan sambutan, beliau juga memberikan materi tentang perkenalan fakultas dan sistem pembelajaran di Fakultas Pertanian. Harapan beliau adalah agar mahasiswa UMY, khususnya Fakultas Pertanian, dapat menjadi mahasiswa yang unggul dalam persaingan global namun tetap menjunjung tinggi Akhlaqul Qarimah

Acara Mataf Fakultas Pertanian UMY juga diisi dengan acara seminar bertajuk "Pendidikan sebagai Gerakan Pembangunan". Dosen Fakultas Pertanian yang juga Wakil Rektor I UMY, Gunawan Budianto hadir sebagai narasumber seminar tersebut. Gunawan menjelaskan mengenai pentingnya menguasai pengetahuan pertanian secara global, baik dari segi politik pangan maupun kedaulatan sebuah negara yang dibangun dengan pertanian. "Tanpa produksi sendiri, kita menjadi bangsa yang lemah. Mahasiswa pertanian harus mengambil sikap tegas untuk belajar pertanian global. Karena jika tidak, petani di Indonesia akan tertindas oleh petani bangsa lain,” jelas Gunawan. (MARS, ANN)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar