Mataf Fisipol Hadirkan Diskusi Panel bersama Sejumlah Tokoh


Rabu (7/9), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UMY menggelar Mataf Fakultas bertempat di Sportorium UMY. Sebelum rangkaian acara dimulai pemandu dan tim keamanan melakukan pengondisian peserta dilanjutkan upacara bendera yang menandai dimulainya Mataf Fisipol 2016. Mataf Fisipol dibuka secara resmi oleh Ali Muhammad selaku Dekan Fisipol.

Persiapan pelaksanaan Mataf Fisipol 2016 ini dimulai sejak tiga bulan sebelum acara Mataf dilaksanakan. Proses persiapan dimulai dari pemilihan tema hingga technical meeting panitia, pemandu dan peserta. Proses pencarian tema untuk mataf Fisipol melalui riset dengan menyebar kuesioner dengan koresponden mahasiswa Fisipol. Berdasarkan riset tersebut kemudian tercipta “Membangun Paradigma Nusantara untuk Menjawab Tantangan Peradaban”. Aldri Samsa menjelaskan bahwa pemilihan tema yang ini telah melalui berbagai proses. Diawali dari reset dengan menyebar kuesioner di lingkungan Fisipol, hingga terpilihnya grand design kebudayaan.

Diharapkan tema ini dapat membuat mahasiswa baru mampu mengaktualisasikan antara nilai budaya dan nilai Islam, dan menjadikan keduanya sebagai platform kehidupan. Sehingga membuat mahasiswa baru dapat berfikir kritis dan mampu menghadapi tantangan nasional dan internasional.

Untuk memantapkan tema yang diusung, panitia menghadirkan sejumlah tokoh yang berasal dari kalangan akademisi, pejabat, hingga dari marinir. Eko Prasetyo, seorang akademisi dan penulis, yang menyampaikan materi tentang orasi kebudayaan, yang dimoderatori oleh Masyithoh A. Ramadhani, alumni jurusan Ilmu Hubungan Internasional UMY. “Menjadi mahasiswa adalah menjadi sebuah harapan bagi bangsa yang sedang dirundung masalah,” ujar Eko Prasetyo. Pemateri selanjutnya adalah Inu Kencana Syafiie, dosen Ilmu Pemerintahan UMY. Beliau adalah mantan dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang diberhentikan oleh Susilo Bambang Yudoyono saat masih menjabat sebagai presiden Indonesia, karena membuka praktik kekerasan di IPDN kala itu.

Selain itu Mataf Fisipol 2016 ini juga diisi dengan diskusi panel yang dimoderatori oleh Wakil Dekan Fisipol UMY, Bambang Wahyu Nugroho. Dengan pemateri dari tiga perspektif yang berbeda yaitu Andi Wijajanto, akademisi dan mantan Sekertaris Kabinet Kerja 2014-2015, Letjen (Purn) Marinir Suharto, mantan komandan Korps Marinir, dan Gus Miftah, agamawan Nahdlatul Ulama (NU). Para pemateri membawakan materi tentang wawasan nusantara dan peradaban di abad 21 sesuai fokus yang mereka geluti. Diskusi panel ini mengakhiri rangkaian pemberian materi Mataf Fisipol 2016 ini.

Menurut pendapat Nada, mahasiswi Ilmu Pemerintahan 2016, acara Mataf Fisipol ini cukup kreatif dan inspiratif. “Banyak tokoh yang diundang, dan itu sangat-sangat menginspirasi. Semoga dengan belajar di Fisipol UMY ke depannya dapat menjadi pemimpin yang baik di Indonesia dan daerah asal,” ungkap Nada.

Dwiyan Mahendra, mahasiswa Hubungan Internasional 2014, sebagai salah satu panitia Mataf Fisipol berharap semoga Mataf tahun ini dapat memberikan yang terbaik bagi mahasiswa baru. “Ke depannya mahasiswa baru bisa bersinergi seperti jargon Fisipol tahun ini. Silakan mahasiswa baru menuntut ilmu, berorganisasi dan berproses di Fisipol UMY,” ungkap Dwiyan.

Mataf Fisipol tahun 2016 ini diikuti oleh sekitar 870 mahasiswa baru yang terdiri dari, 232 mahasiswa dari prodi Ilmu Komunikasi, 267 mahasiswa prodi Ilmu Pemerintahan, dan 370 peserta dari prodi Ilmu Hubungan Internasional. (JAS, RYS)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar