Lebih Mengenal Dunia Medis melalui Mataf FKIK 2016


Masa Ta’aruf (Mataf) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) bertempat di Gedung Olahraga Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pada Rabu (7/9). Mataf FKIK ini sendiri mengangkat tema tentang SDGs (Suistinable Development Goals), dengan alasan di dunia kesehatan sedang berjalan program SDGs menyangkut kesehatan, lingkungan, dan lain-lain, yang merupakan program berkelanjutan dari World Helth Organization  (WHO), di mana para mahasiswa baru FKIK adalah generasi penerus yang akan melanjutkan program SDGs.

Salah satu rangkaian acara Mataf FKIK , yaitu tur FKIK yang merupakan pengenalan ruang-ruang yang ada di FKIK, seperti Laboratorium Biomedic, Mini Hospital, Amphitheatre, Skill Laboratorium, dan Laboratorium Anatomi. Tur tersebut nantinya akan membantu selama kegiatan perkuliahan berlangsung. “Dengan adanya tur FKIK ini, diharapkan mahasiswa baru nanti tidak kaget saat proses perkuliahan dimulai,” ungkap W.D Shobastian mahasiswa Pendidikan kedokteran 2014 selaku Steering Commite (SC). Tur FKIK memiliki perbedaan dari tahun sebelumnya, tahun lalu terdapat tur Pita Merah yang ditujukan untuk mahasiswa yang mempunyai penyakit kronis seperti lemah jantung, agar tidak terkejut saat melihat mayat di Laboratorium Anatomi. Sedangkan tahun ini ditiadakan tur pita merah, di mana semuanya diperlakukan sama.

Untuk memperkenalkan lebih lanjut tentang dunia medis, peserta diajak diskusi tentang tujuh langkah dalam menyelesaikan masalah yang biasa dihadapi di dunia medis. Masalah yang diangkat dalam diskusi antara pemandu dan peserta adalah mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Peserta juga diajarkan untuk mencari sumber yang terbaru dan akurat. Salah satu cara yang digunakan panitia untuk memperkenalkan istilah  medis kepada peserta adalah melalui kode-kode yang digunakan untuk sarapan yang dibawa oleh mahasiswa baru, contohnya olahan Oryza sativa L dan olahan protein.

Sejauh ini respon dari mahasiswa baru bersifat positif, dikarenakan adanya pemanduan dini yang dilakukan oleh panitia. “Mataf tahun ini kita memiliki terobosan baru, yaitu pemanduan dini sehingga komunikasi antara mahasiswa baru dengan pemandu sudah aktif sebelum Technical Meeting (TM). Berbeda dengan Mataf tahun lalu, komunikasi pemandu dan peserta baru dimulai saat TM,” ungkap Rafi Abdul Karim mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi 2014 selaku Wakil Ketua Mataf FKIK.

Di lain pihak, Soiyagin Athari, mahasiswa baru FKIK mengaku antusias dan terkesan dengan adanya tur tersebut. "Seru, penjelasan dari pemandu jelas dan tidak membosankan, setiap ruangan dijelaskan satu per satu. Yang paling berkesan ketika kita bisa lihat mayat langsung," ujar Soiyagin Athari.

Selama Mataf FKIK ini panitia berusaha untuk membangun rasa kebersamaan yang terjalin antara panitia dengan peserta mataf, dengan cara para peserta Mataf harus meminjam jas laboratorium milik kakak tingkat sesuai dengan program studi masing-masing.  (TYS,SRS)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar