Hindari Kejenuhan Mahasiswa, OSDI 2016 Rencanakan Konsep Baru


Mendekati tanggal pelaksanaan Orientasi Studi Dasar Islam (OSDI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2016, panitia semakin memantapkan persiapan. Ditemui Nuansa pada Senin (5/9), Denido Mubsir, Ketua Panitia OSDI 2016, menyatakan persiapan dalam konsep telah selesai, sementara yang perlu dimatangkan lagi yaitu dalam hal kesiapan teknis pelaksanaan. OSDI 2016 akan dilaksanakan selama dua hari, 9 hingga 10 September 2016 bertempat di Sportorium UMY.
            Untuk pertama kalinya, OSDI tahun ini akan memiliki tema. “Tema OSDI 2016 adalah Generasi Qur’ani Generasi Madani, walaupun tema kita tidak menggeser konsep OSDI yang sudah ada sebelumnya, tema kita ini menjadi tagline,” jelas Denido. Denido juga menambahkan, bahwa tema kali ini diharapkan menjadi kiblat yang menyatukan visi panitia dalam menyelenggarakan OSDI.
                Selain tema, tambahan baru yang terdapat di OSDI tahun ini seperti yang diungkapkan Denido adalah adanya dekorasi khusus dan hiburan-hiburan. “Tiap tahunnya dekorasi yang ada di OSDI mengikuti dekorasi kegiatan Masa Ta’aruf (Mataf) yang sebelumnya telah diselenggarakan di Sportorium, sehingga terasa kurang modal, untuk itulah kami mencoba untuk menambahkan sesuatu yang fresh tahun ini. Sama halnya dengan hiburan, di OSDI sebelumnya full materi, padahal kalau dipikir mahasiswa pasti jenuh karena dijejali berbagai macam kegiatan Mataf, karena itu perlu agar mahasiswa dapat merasa lebih relax dalam mengikuti OSDI,” jelas Denido.
            Dalam hal materi, garis besarnya masih sama seperti sebelumnya. “Materi OSDI masih sama, terdiri dari tiga landasan, yaitu orientasi keislaman, orientasi kemuhammadiyahan, dan tentang UMY sendiri,” jelas Milatul Afifah, Sekretaris OSDI 2016, ketika ditemui Nuansa di Sekretariat OSDI 2016, Masjid K.H. Ahmad Dahlan pada (9/9). Walaupun begitu, Milatul juga mengungkapkan bahwa untuk pembicara sendiri hingga saat wawancara dilakukan belum fix.
            Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI), sebagai bagian kampus yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan OSDI, juga  menambahkan beberapa materi baru yang disisipkan dalam OSDI kali ini. “Nanti kami akan menyisipkan beberapa materi baru terkait isu-isu kontemporer kepada pemateri, seperti LGBT, seks bebas, gerakan narkotika, dan gerakan-gerakan radikal,” ujar Khaeruddin Khamsin, ketua LPPI UMY, ketika ditemui Nuansa di Kantor LPPI (5/9). Khaeruddin juga menegaskan pentingnya keikutsertaan Mahasiswa Baru (Maba) dalam OSDI, “OSDI adalah kompetensi universitas, dan menjadi kecirian UMY, walaupun tidak ada dalam SKS, tapi menjadi syarat untuk melakukan pendadaran,” ungkapnya.
            Selain keterlibatan panitia, sama halnya dengan Mataf, juga terdapat pemandu-pemandu yang menyertai peserta nantinya. “Sebagai pemandu, saya ingin sharing-sharing tentang perkuliahan di UMY, dan kehidupan di Jogja seperti apa, karena kebanyakan dari temen-temen Maba ini pertama kali merantau jauh dari orang tua,” ungkap Erlinda Husna, salah seorang pemandu OSDI 2016, saat dihubungi Nuansa (4/9). Erlin juga berharap bahwa OSDI kali dapat memberikan manfaat baik bagi Maba dan panitia. (MADA)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar