Dokter Gamal Berikan Motivasi Calon Dokter UMY


Masa Ta’aruf (Mataf) mahasiswa baru Fakultas Kedokteraan dan Ilmu Kesehatan (FKIK) yang bertemakan Youth As Initiatior Of SDG’s Implementation Thourgh Medics Collaborationmenghadirkan salah satu sosok inspirator dalam dunia kedokteran Indonesia yaitu dokter Gamal Albansaid yang bertempat di Gedung Olahraga Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Kamis (8/9).
Talkshow yang berjalan selama satu jam ini diisi motivasi yang di dalamnya disampaikan beberapa pengalaman dokter Gamal dalam bidang kedokteran. Dalam materinya ia menjelaskan bahwa sebagai seorang mahasiswa kita harus berhenti dan menyadari bahwa semangat itu perlu. “Semangat yang kita miliki tidak seperti air mengalir yang berarti bahwa air mengalir pada titik terendah tapi sebagai manusia kita harus ada di puncak tertinggi kehidupan,ujar dokter Gamal. Ia juga menambahkan bahwa dalam diri seorang dokter harus menanamkan niat yang ikhlas yaitu dengan mampu melihat setiap keadaan masyarakat sekitar.


Ditemui Nuansa seusai menyampaikan motivasinya di hadapan  mahasiswa baru FKIK, dokter gamal menjelaskan kesehariannya sebagaian seorang dokter dan wirausahawan dalam bidang kesehatan yang juga sering bertindak sebagai motivator. “Kegiatan motivator ini merupakan hobi bagi saya, namun selain itu saya juga memiliki kegiatan yang sedang saya kejar dalam waktu dekat ini yaitu wirausaha bagian kesehatan, ujar Gamal. Dalam konsepnya ia melakukan pelayanan kesehatan dengan cara yang unik, yakni dengan pembayaran menggunakan sampah. Ia menggunakan sampah sebagai asuransi untuk kesehatan yang dibayarkan senilai Rp 10.000 setiap bulannya. “Skema yang kami gunakan yaitu rekayasa sosial, mengubah sesuatu yang kurang bermanfaat bagi orang menjadi kesehatan,” tambah dokter yang pernah mendapat penghargaan "The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur" dari Kerajaan Inggris tersebut. Ia juga menambahkan bahwa usaha ini bahkan diapresiasi oleh pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagai sebuah solusi dalam mengatasi permasalahan masyarakat di Indonesia. “Kami bekerjasama dengan BPJS sehingga mereka membantu kami bergerak secara sekunder. Dengan adanya solusi ini kami dapat melakukan rawat inap dan operasi,” tambahnya.

Di akhir wawancara, dokter Gamal juga menyatakan harapan bagi seluruh generasi muda yaitu sebagai generasi muda sebaiknya tidak hanya melakukan kajian, aksi serta demo yang terus berkelanjutan. Tetapi harus memunculkan suatu ide yang berguna untuk mengatasi sebuah permasalahan yang terjadi. “Sebagai mahasiswa kita tidak sekedar melakukan kajian, aksi, lalu demo tetapi kajian kemudian aksi nyata,” ujarnya menutup wawancara

Sementara itu, ditemui di tempat yang berbeda, ketua panitia Mataf  FKIK menyatakan alasan dihadirkannya dokter Gamal dalam Mataf hari ketiga ini yaitu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pada mahasiswa baru bahwa perkuliahan tidak hanya berkutat pada kegiatan dalam kelas saja. “Dokter Gamal merupakan penggerak sosial, oleh karena itu kami berusaha mendatangkan beliau dengan harapan mahasiswa dapat sadar bahwa berorganisasi tidak merepotkan kegiatan kuliah salah satu contohnya yaitu dokter Gamal,” ujar Wisnu, ketua panitia Mataf FKIK.

Sementara Sintya, mahasiswa baru FKIK mengaku termotivasi setelah mengikuti acara talkshow bersama dokter Gamal. “Saya jadi lebih termotivasi bahwa menjadi seorang dokter tidak hanya berkutat di dalam dunia kedokteran namun kita dapat membuka wirausaha di bidang kedokteran,” ujar Sintya. Selain itu, ia juga berharap bahwa sebagai seorang dokter tidak bisa tumbuh dengan mengejar rasa gengsi, tetapi seorang dokter harus memiliki konsep diri bahwasannya, dokter bertanggungjawab atas nyawa orang lain, sehingga dengan dihadirkannya dokter Gamal, ia sangat termotivasi untuk menjadi dokter yang lebih baik lagi untuk kehidupan di masa depan. (APR, RA)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar