ISI Yogyakarta Tolak HTI Menjamur di Kampus


Rektor dan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) bersama alumni serta masyarakat Sewon melakukan aksi sekaligus deklarasi damai di depan rektorat untuk menentang serta menolak keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di lingkungan kampus, Jumat (17/06).

Aksi ini sebagai bentuk keresahan mahasiswa/i, alumni, dan segenap civitas academica serta masyarakat sekitar terhadap sekelompok orang yang berafiliasi dengan HTI, yaitu sebuah gerakan transnasional yang ingin membangun sebuah khilafah anti Pancasila yang tidak sesuai dengan visi ISI Yogyakarta.

“ISI Jogja memiliki visi yaitu menjadi pelopor perguruan seni nasional yang unggul, kreatif, dan inovatif berasaskan Pancasila. Jadi kami berjaga-jaga terhadap semua gerakan yang anti Pancasila,” kata Agus Burhan selaku Rektor ISI.

Isu keberadaan HTI di lingkungan kampus ISI sendiri sudah berlangsung lama, hal tersebut diungkapkan oleh salah satu alumni, A. Anjib. Isu ini sudah ada sejak awal tahun 2000-an ditandai dengan adanya perkumpulan, hallaqoh, yang berbau HTI,” tegasnya. Kegelisahan mahasiswa semakin memuncak ketika adanya pemberitaan yang diterbitkan oleh BBC Indonesia (22 Mei 2016) terkait dengan aktivitas HTI di kampus ISI.

Dalam deklarasi damai tersebut, Cahya Arog Subagyo sebagai perwakilan mahasiswa membacakan pernyataan sikap mahasiswa ISI, yaitu mendorong pimpinan ISI untuk segera menerbitkan SK yang melarang segala aktifitas HTI di lingkungan kampus dan mengajak seluruh pemangku kepentingan di lingkungan ISI untuk melawan segala bentuk gerakan yang anti Pancasila di lingkungan masing-masing. (HRP/MADA)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar