Surga Menanti: Tontonan juga Tuntunan


Pada hari Rabu (25/5) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KPI UMY) menyelenggarakan Tausiyah dan Bincang Film “Surga Menanti” bersama Ummi Pipik Dian Irawati. Bertempat di UMY Boga, acara ini berlangsung sangat meriah. Dalam sambutannya, Ketua HMJ KPI, Tulus Rega menyampaikan bahwa acara tersebut terselenggara berkat kerja sama antara Khanza Film Production, Yayasan Syaikh Ali Jabeer dan HMJ KPI. Dengan adanya film “Surga Menanti” nantinya Tulus berharap film ini dapat menginspirasi para produser film untuk membuat film-film yang lebih memiliki nilai-nilai moral di dalamnya. “Semoga film ‘Surga Menanti’ mampu menginspirasi produser-produser film untuk membuat karya-karya yang lebih bermutu lagi untuk Indonesia,” tutur Tulus. 

Acara Tausiyah dan Bincang Film “Surga Menanti” ini dibuka dengan penampilan dari Islamic Communication Counseling (ICC) Musik KPI UMY, lalu dilanjutkan dengan bincang hangat bersama Panca, seorang anak kecil penghafal Alquran yang juga merupakan salah satu pemain di film “Surga Menanti”. Dalam sesi tersebut, Panca berhasil membuat para peserta yang berada di ruangan tersebut larut dan berkaca-kaca dengan suara indahnya ketika bernyanyi lagu Jangan Menyerah dan Ayah, juga ketika melantunkan ayat surat Ar-Rahman. Panca merupakan seorang tunanetra yang dengan segala kekurangannya, hingga kini telah mampu menghafal Alquran sebanyak 30 Juz. 

Hadir sebagai salah satu pembicara dalam acara tersebut, ialah Pipik Dian Irawati yang juga merupakan pemain dari film “Surga Menanti” ini. Pada acara inti, Pipik Dian Irawati atau yang akrab dipanggil dengan Ummi Pipik ini memulai tausiyahnya dengan berpesan bahwa manusia itu hanyalah seperti debu yang tidak mempunyai daya apa pun dan kecil di hadapan Allah. Karenanya, manusia sangatlah tidak pantas apabila dirinya haus akan pujian dan menyombongkan dirinya kepada orang lain. “Manusia itu hanya seperti debu, debu yang tertiup angin hilang. Manusia tidak punya daya apapun, dengan jabatannya, popularitasnya, dan dengan apapun. Manusia kecil di hadapan Allah,” terang Pipik. 

Selanjutnya Ummi Pipik memaparkan beberapa hal terkait dengan film barunya ini. Menurutnya, film “Surga Menanti” ditayangkan pada hari-hari mendekati Ramadhan dengan tujuan supaya mereka yang menonton film ini dapat tergugah untuk lebih cinta kepada Alquran. Pesan moral yang terdapat di film ini menurutnya tidak hanya untuk anak, namun juga untuk para orang tua, bahwa setelah menonton film ini, Pipik berharap supaya para orang tua menjadi sadar bahwa semua harta dan kekayaan yang dimilikinya sekarang akan ditinggalkan nantinya, dan kekayaan yang sesungguhnya yaitu jika mereka mampu mendidik anak-anaknya. “Orang tua yang menonton film ini mungkin persepsi hidupnya mampu berubah setelah menonton film ini, mereka sadar bahwa dunia ini nggak ada apa-apanya, semua ditinggalkan, saya akan memiliki harta yang luar biasa saat saya menjadi orang tua yang mampu mendidik anak-anaknya. Ini pesannya,” jelas Pipik. 

Dalam sesi tersebut, hadir juga Agus Riyanto selaku Produser Eksekutif film “Surga Menanti”. Agus menyampaikan bahwa dalam pembuatan film ini memang terdapat beberapa kendala, namun kendala tersebut diakuinya tidak menjadi masalah yang besar baginya dan semua yang terlibat dalam pembuatan film ini. Film ini melibatkan tujuh kota sebagai latar film ini, antara lain yaitu Bantul, Magelang, Wonosobo, Cirebon, Jakarta, Aceh, dan Beijing. 

“Surga Menanti” merupakan sebuah film religi yang berkisah tentang perjuangan seorang anak untuk menjadi hafiz Alquran. Film yang juga bercerita tentang kekuatan cinta pada Allah, Alquran, dan bakti kepada kedua orang tua. Film ini akan tayang serentak pada 2 Juni 2016 di bioskop seluruh Indonesia. Film yang disutradarai oleh Hastobroto ini diperankan oleh Pipik Dian Irawati, Agus Kuncoro, Syakir Daulay, Astri Ivo, Della Puspita, Syaikh Ali Jabeer, dan lain-lain. Ummi Pipik berharap bahwa film ini mampu menjadi tontonan yang sekaligus menjadi tuntunan bagi para penonton. “’Surga Menanti’ insya Allah nanti akan menjadi tontonan yang juga menjadi tuntunan bagi kita semua,” harap Pipik. (alf)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar