Milad Ketiga DPM FPB: Integrasi Internal Dibanding Orientasi Politik



Malam puncak milad ketiga Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa (DPM FPB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berlangsung meriah. Kemeriahan acara yang berlangsung di gedung AR Fachrudin B lantai 5 pada Kamis malam (19/5) dihadiri oleh segenap internal FPB. Acara yang bertemakan Malam Puncak di Musim Salju ini dimulai dengan rangkaian acara bincang-bincang yang dihadiri oleh Pimpinan Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dengan tema "Peran Pemuda dalam Menjunjung Pendidikan Dengan Legislasi". Milad ketiga kali ini juga melibatkan DPM se-regional DIY melalui lomba dan presentasi karya ilmiah dengan tema yang sama.

“Kami sengaja menargetkan rekan-rekan DPM se-regional DIY karena ingin membangun relasi dan silaturahmi,” jelas Fania selaku Ketua Panitia Malam Puncak Milad DPM FPB. 

Fania menjelaskan tema malam puncak yang diambil yakni Malam Puncak di Musim Salju mengungkapkan keinginan untuk ketenangan dan kebahagiaan di malam milad di tengah aktivitas ketegangan organisasi. 

Dalam acara puncak ini, DPM juga menyelenggarakan malam apresiasi yang dipersembahkan untuk English Department Student Association (EDSA), Himpunan Mahasiswa Tarbiyah (HATAMA), Nihon Go Kyouiku Gakusekai (Nikigaka) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa (BEM FPB). Selain itu, penghargaan juga diberikan untuk anggota-anggota DPM FPB periode 2015-2016.

“Kita butuh kaderisasi untuk penguatan internal FPB, sebab selama ini kami merasa kurang dalam penjagaan kader di DPM,” ujar M. Syaiful Bahri selaku ketua DPM 2015-2016. Ia menambahkan apresiasi terhadap internal FPB dan internal DPM bertujuan untuk memberikan semangat dalam berorganisasi. 

Selama dua periode kepemimpinannya, Syaiful merasa bahwa masalah justru muncul di akhir kepengurusan. Beberapa organ eksternal dan ilegal mulai muncul di FPB.

“Ya, beberapa masalah justru muncul di akhir dan itu membuat saya greget sendiri ingin segera menyelesaikan sebelum purna,” ujarnya. 

Syaiful juga mengungkapkan kekecewaannya karena jajaran petinggi FPB tidak dapat hadir dalam Malam Puncak Milad DPM. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya undangan sudah disebar jauh-jauh hari. 

“Secara pribadi saya kecewa, namun mungkin beliau-beliau sedang memiliki kesibukan yang lebih penting,” ungkapnya.

Saat ini DPM FPB memang sedang fokus terhadap penguatan internal lembaga-lembaga di FPB termasuk internal DPM. Hal ini karena usia FPB yang juga masih terlalu muda. Syaiful berharap setelah ia purna nanti FPB semakin maju dan lebih berani melebarkan sayap ke lingkungan yang lebih luas. 

“Semoga FPB juga semakin berkembang, semakin berani termasuk dalam berpolitik," ujar Syaiful. Syaiful yakin bahwa suatu saat akan ada kader-kader dari FPB dalam ranah perpolitikan tingkat kampus. (UMA)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar