Menumbuhkan Jiwa Menulis Melalui Kelas Citizen Journalism


Pada Minggu (15/5) Lembaga Penerbitan dan Pers Mahasiswa (LPPM) Nuansa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan pelatihan kelas Citizen Journalism di Kampus Terpadu UMY gedung E. Acara ini merupakan rangkaian dari agenda Journalist Week yang diadakan sejak satu bulan sebelumnya. 

Dalam agenda yang bertemakan “Pemuda dan Perubahan” ini diharapkan para peserta yang berperan sebaga pemuda, bisa turut serta melakukan perubahan melalui tulisan-tulisan yang mereka salurkan baik melalui media cetak maupun media daring. Mengingat pada era sekarang, setiap orang bisa dengan bebas dan leluasa untuk membagikan karya tulisnya di media-media daring atau aplikasi-aplikasi yang dimilikinya. 

Peserta yang hadir dalam kelas Citizen Journalism ini berkisar sekitar 20-25 peserta yang berasal dari berbagai macam kampus di Yogyakarta seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pendidikan Yogyakarta (UPY) dan lain sebagainya. Adapun pembicara dalam kelas Citizen Journalism kali ini adalah Eko Penyo, salah satu jurnalis di koran The Jakarta Post. 

Peserta yang mengikuti kelas pelatihan ini tampak antusias, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mereka tujukan kepada pembicara yang memberikan materi-materi seputar Citizen Journalism. Berbagai bentuk pertanyaan dilontarkan sebagai bentuk tingginya rasa keingintahuan mereka dalam bidang jurnalistik, terutama Citizen Journalism. Sehingga atmosfer kelas yang tercipta pun terlihat sangat interaktif dan komunikatif. 

Setelah berakhirnya sesi materi, dilanjutkan dengan sesi praktik menulis yang dilakukan oleh semua peserta yang mengikuti kelas Citizen Journalism ini. Masing-masing peserta berusaha memberikan tulisan terbaik mereka untuk bisa dituangkan menjadi sebuah berita yang baik. Durasi praktik menulis ini dilakukan selama 15 menit. Setelah itu tiga tulisan terbaik yang telah dipilih dievaluasi satu per satu secara langsung oleh pembicara di kelas Citizen Journalism. Beberapa peserta pun turut diminta untuk bisa mengoreksi kesalahan dan menuliskan kembali bentuk penulisan berita yang benar menurut kaidah yang berlaku dalam penulisan berita.

Acara pun ditutup dengan penyerahan plakat kepada pembicara dan dilanjutkan dengan foto bersama dengan pembicara. Pembelajaran untuk menjadi seorang jurnalis yang handal memang tidak cukup hanya dilakukan dalam sekali waktu. Namun dengan diadakannya kelas pelatihan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para peserta dalam bidang menulis, khususnya dalam hal Citizen Journalism. (IFD/LIHA)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar