Menolak Lupa: Mahasiswa UGM Menagih Janji Sang Rektor



Senin sore (16/05) puluhan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berbondong-bondong menuju UGM University Club untuk melakukan silaturahmi dalam rangka “Menagih Janji Rektor” atas beberapa tuntutan yang diajukan oleh mahasiswa pada Pesta Rakyat yang diadakan pada tanggal 2 Mei silam. Beberapa kabar pun beredar bahwa informasi tentang silaturahmi pun ini terkesan mendadak. Dilansir dari rilis pers dari Aliansi Mahasiswa UGM, Ali Zaenal Abidin selaku Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UGM baru mendapat informasi pada Senin pagi pukul 06.35 WIB melalui pesan singkat. Sebelumnya, rektor berjanji bahwa akan melibatkan mahasiswa dalam perumusan kebijakan, namun hingga malam tadi tiba, berbagai upaya mahasiswa untuk bertemu rektor tidak pernah digubris. 

Sebelum memasuki UGM University Club yang merupakan tempat untuk silaturahmi tersebut, para mahasiswa sempat melakukan orasi di depan gedung tersebut sampai akhirnya seluruh mahasiswa masuk ke UGM University Club

Pertemuan antara rektor yang didampingi beberapa jajarannya dengan mahasiswa ini berlangsung lebih santai dan dikemas dengan diskusi yang terjadi dua arah. Diskusi tersebut dibuka oleh Iwan Dwiprahasto Wakil Rektor UGM Bidang Akademi dan Kemahasiswaan. Beliau mengatakan bahwa “Dalam pemenuhan tuntutan ini kami benar benar bekerja secara cepat, karena mengingat pada awal Mei kemarin kan libur panjang, jadi kita kan juga ga enak kalau mengganggu para dekan dan lainnya terkait masalah ini." 

Acara yang dihadiri beberapa perwakilan dari fakultas tersebut, dibuka dengan sambutan oleh rektor UGM, yang kemudian beliau membacakan beberapa putusan atas beberapa tuntutan yang telah diajukan oleh mahasiswa, di antaranya adalah : 
Dalam merespons mengenai uang kuliah tunggal (UKT) maka dengan ini disampaikan beberapa hal sebagai berikut:
1. UKT untuk mahasiswa angkatan 2016/2017 telah ditetapkan tidak naik sejak 28 April 2016. Dengan demikian besaran UKT 2016/2017 sama dengan besaran mahasiswa UKT 2015/2016. UGM tidak memberlakukan uang pangkal baik jalur mandiri maupun ujian tulis.
2. Penetapan UKT untuk mahasiswa baru serta penurunan UKT bagi mahasiswa yang mengajukan permohonan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga dan memperhitungkan jumlah anggota keluarga yang masih menjadi tanggungan.
3. Besarnya biaya pendidikan setelah semester 8 bagi mahasiswa program sarjana dan D4 serta setelah semester 6 bagi mahasiswa D3 adalah 50% dari UKT yang terakhir dibayarkan
4. Penyesuaian kelompok UKT yaitu penurunan atau kenaikan baik yang bersifat sementara maupun permanen dan ketentuan mengenai penundaan pembayaran UKT ditetapkan pada surat keputusan rektor yang rancangannya dapat dilihat di laman web.
5. Terkait biaya pendidikan untuk program profesi, saat ini masih dalam pembahasan dan pendalaman di masing-masing fakultas penyelenggara program profesi
6. Terkait dengan rentang atau kelompok UKT pada program studi S1 biologi dan program studi D4 kebidanan, kelompok UKT 3 telah disesuaikan sebagai berikut :
1. Program Studi S1 biologi dari Rp.5.500.000 menjadi Rp.4.500.000
2. Program studi D4 kebidanan dari Rp.9.600.000 menjadi Rp.8.500.000
7. Terkait beasiswa PPA atau peningkatan prestasi akademik dan BBP PPA universitas sedang mengupayakan beasiswa sejenis yang akan disediakan mulai semester 1 tahun akademik 2016/2017 dalam jumlah terbatas, sesuai dengan kemampuan finansial universitas dan akan ditingkatkan secara bertahap pada tahun anggaran 2017. 
Setelah pembacaan tujuh poin oleh rektor UGM, diskusi dilanjutkan dengan mendengarkan beberapa tanggapan dari mahasiswa. Tanggapan tersebut masih berupa UKT di beberapa prodi dan fakultas seperti fakultas kedokteran gigi, kedokteran hewan, farmasi, pertanian, perikanan, D3 sistem informasi, kehutanan dan masih banyak lagi. Untuk menanggapi berbagai tuntutan tersebut Iwan Dwiprahasto Wakil Rektor UGM Bidang Akademi dan Kemahasiswaan memaparkan “Mengenai UKT di setiap fakultas dan jurusan, kami tidak bisa serta merta memutuskan, karena hal tersebut di bawah wewenang fakultas dan jurusan, oleh sebab itu hal tersebut harus dibicarakan dahulu dari pihak fakultas maupun jurusan.”

Menanggapi pertanyaan tersebut para mahasiswa kembali meminta rentan waktu dan mereka untuk dilibatkan dalam perumusan keputusan. Kemudian apabila ada pertemuan dari fakultas kepada mahasiswa sifatnya bukan sosialisasi seperti sebelum-sebelumnya namun bersifat partisipatif. Forum ditingkat fakultas tersebut kemudian disepakati oleh beberapa dekan yang hadir pada malam itu bahwa akan diagendakan selambat-lambatnya pekan depan.

Diskusi mengenai UKT berlangsung hingga larut malam dan sedikit alot, karena dari mahasiswa kembali mengutarakan permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi baik di tingkat jurusan maupun di tingkat fakultas. 

“Kita harus bergerak cepat agar tidak semakin banyak korban UKT, terutama mahasiswa baru UGM 2016,” terang Ali, Presiden Mahasiswa BEM KM UGM (GYS, ZAH, & AMS)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar