Mengawal Dana Desa dengan Jurnalisme


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengadakan lokakarya dengan tema “Jurnalisme Warga Untuk Mengawal Dana Desa”. Acara tersebut dilaksanakan selama dua hari yaitu pada hari Jumat hingga Sabtu sore (20-21/5). Bertempat di Disaster Oasis Jalan Kaliurang Km 21,5 Yogyakarta dihadiri oleh beberapa peserta dari pers mahasiswa, radio komunitas, blogger dan komunitas audiovisual. Humas KPK, Lutfi Avianto memaparkan bahwa dengan jurnalisme merupakan suatu proses pengawalan dana desa, KPK berharap masyarakat desa bisa menyadari artinya perubahan sehingga masyarakat desa bisa menjadi subyek bukan objek. 

Lokakarya ini menghadirkan beberapa pembicara seperti Priharsa Nugraha yang menerjemahkan antikorupsi ke dalam karya jurnalistik, Ibad dari Institute of Education Development, Social, Religious, and Cultural Studies (INFEST) yang memaparkan pentingnya partisipasi publik dalam mengawal dalam mengawal dana desa. Ibad menjelaskan bahwa Keuangan itu merupakan sebuah implikasi, artinya Undang-undang Desa atau lebih dikenal UU Desa memberikan kewenangan kepada desa berupa kewenangan fiskal. Sehingga proses penggunaan dana desa tersebut diperlukan semangat dasar mengapa UU Desa itu hadir. Ada beberapa prinsip pengelolaan keuangan desa yaitu akuntabilitas, transparasi, partisipasi, disiplin dan tertib anggaran. “Kalau bicara soal keadilan informasi jangan sampai warga itu menerima informasi itu dalam keadaan sudah jadi,” ungkap Ibad pada saat pemberian materi.

Tak hanya pembicara dari INFEST, lokakarya yang dipelopori oleh KPK ini juga menghadirkan pembicara seperti Dandhy Dwi Laksono yang merupakan jurnalis di media cetak, radio, daring dan televisi. Dandhy memaparkan berbagai cara menulis berita secara baik dan benar. Beliau juga menegaskan tentang kebenaran informasi yang harus sesuai fakta tanpa ditambahi bumbu berupa opini. Tak hanya teori, Dandhy juga mengajak para peserta untuk mempraktikkannya secara langsung. Ia membagi seluruh peserta menjadi tiga kelompok yaitu kelompok media cetak, radio, dan kelompok audio visual. Ke setiap kelompok dipandu oleh seorang mentor yang masing-masing sudah ahli dalam bidangnya masing-masing. Dari ketiga kelompok tadi akan dipecah lagi menjadi beberapa kelompok kecil seperti kelompok radio dan audiovisual menjadi tiga kelompok sedangkan kelompok media cetak dibagi menjadi tujuh kelompok. 

Tepat pada Jumat pagi, sekitar pukul tujuh para peserta mulai melakukan tugas-tugas mereka. Setiap kelompok diberi kebebasan tentang tema apa yang akan mereka angkat. Ada beberapa kelompok yang pergi ke Pasar Pakem, ke SDN Purworejo, ada yang ke koperasi susu, ke Lembaga Pemasyarakatan Narkotika atau ada yang hanya di Disaster Oasis saja. Mulai pukul 10 seluruh kelompok sudah sampai di Disaster Oasis kembali, mereka sibuk degan tugas mereka masing-masing, seperti kelompok media cetak sibuk membuat artikel, sedangkan kelompok radio dan audiovisual sibuk melakukan penyuntingan. 

Menghabiskan waktu sekitar tiga jam akhirnya tiba pada sesi presentasi. Setiap kelompok diwajibkan mempresentasikan hasil karya mereka. Presentasi dilakukan bergantian dan dilakukan secara acak. Setelah presentasi setiap kelompok pun dievaluasi oleh para mentor dan peserta. 

Awaludin selaku peserta dari Jamaah Sinema Mahasiswa dalam acara ini mengaku bahwa lokakarya tersebut sangat bermanfaat untuk berbagai komunitas, dan bermanfaat untuk menambah wawasan tentang dana desa yang mana dapat memberikan edukasi kepada masyarakat ketika terjun kembali ke masyarakat. “Semoga KPK lebih gencar melakukan pelatihan-pelatihan seperti ini, supaya generasi muda itu semakin sadar apa itu korupsi,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Edwin salah satu peserta dari pers mahasiswa berharap bahwa acara ini dapat membaut tulisan di berbagai media bisa selalu berkembang. (GYS & SLS)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar