Mahasiswa UGM Menuntut Melalui "Pesta Rakyat"



Ribuan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan aksi demonstrasi di Gedung Rektorat UGM, Balairung, pada Senin (2/5). Aksi demonstrasi yang bertajuk "Pesta Rakyat" ini dilakukan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Menurut Presiden Mahasiswa UGM, M. Ali Zaenal Abidin, aksi ini merupakan akumulasi kegelisahan mahasiswa UGM dari tahun 2015. "Kami di sini menuntut tiga hal, yakni tunjangan kinerja karyawan yang tidak dibayarkan selama 18 bulan. Kedua tentang penggusuran kantin bonbin. Ketiga tentang UKT (uang kuliah tunggal - red)," kata Ali ketika ditemui Nuansa di tengah aksi.


Menurut Sunarwoko, salah satu karyawan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM yang tunjangan kinerjanya belum dibayarkan mengatakan bahwa ia tidak takut jika nanti rektorat malah memberhentikannya. "Saya berani seperti ini karena saya dalam jalur yang benar. Kami menuntut hak kami, " katanya. Menurutnya lagi, tunjangan yang belum dibayarkan adalah sejak Juli 2014 sampai Desember 2015. 

Dalam aksi ini, rektor UGM Prof. Ir. Dwikorita Karnawati M. Sc. Ph. D, sempat menemui perwakilan mahasiswa di lobi rektorat. Namun, ia bersikeras tetap mengatakan bahwa ini adalah simulasi dan latihan demonstrasi dalam rangka politik praktis seperti yang ia katakan dalam siaram di swaragama semalam. Ia juga mengatakan bahwa ini merupakan bagian dari kurikulum dan masuk dalam sks sebanyak 4-8 sks. Sampai berita ini diturunkan aksi mahasiswa masih berlangsung dan mereka ingin rektor untuk menemui mereka di lapangan bukan di gedung rektorat. 

Saat ini mahasiswa sedang alot bernegosiasi dengan rektorat supaya rektor bisa turun menemui massa aksi.

Pembaruan 15.48

Sekitar pukul 3 sore akhirnya Rektor UGM keluar dan menemui para demonstran, beliau memaparkan beberapa tuntutan tentang UKT dan tenaga kependidikan, namun di tengah beliau memaparkan tanggapan atas berbagai tuntutan, kondisi demonstran memanas, dan akhirnya rektor bersama jajarannya mundur dan kembali masuk untuk ke ruangan. Akibatnya hal tersebut menimbulkan kericuhan di mana beberapa mahasiswa mengikuti rombongan rektor masuk ke ruangan dan sempat memanas dengan pihak keamanan.

Ibu Dr. Wening Udasmoro M. Hum. DEA. selaku Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM menjelaskan kepada perwakilan mahasiswa bahwa "Kalian seharusnya memahami, bagaimanapun beliau seorang perempuan, yang ditambah kekurangan beliau dalam berkomunikasi dengan begitu banyak.khalayak seperti ini."

Negosiasi berjalan cukup lama antara Wakil Dekan FIB UGM dengan perwakilan mahasiswa untuk tetap meminta rektor turun kembali menemui para demonstran dan mendengarkan tuntutan mereka. Setelah negosiasi yang cukup lama akhirnya bu Wening Udasmoro selaku Wakil Dekan FIB UGM akan mencoba kembali untuk membujuk rektor UGM untuk kembali menemui demonstran di depan ballroom dengan syarat suasana kondusif dan berharap bisa menemukan win-win solution. "Yo aku tak nyobo sepisan meneh yo, tapi yo kalian jangan memanas seperti tadi," paparnya dengan khas logat jawa.

(SAW/GYS)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar