Jokowi: Kita Harus Bisa Berdaya Saing Global



Dalam pembukaan acara Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Senin (23/5), Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia merupakan negara yang mempunyai anugerah sumber daya alam yang melimpah. Dulu, Korea Selatan juga adalah negara yang belum maju. Namun, lanjut Jokowi, karena mereka berkeinginan kuat dan terus berpikir rasional maka mereka bisa menjadi negara maju.

"Kita harus berpikir rasional, berpikir positif, produktif, dan membuat inovasi-inovasi yang baik. Jangan gampang mencemooh dan menjelek-jelekkan suatu hal tanpa tahu sebabnya. Kita terlalu takut untuk mengubah apa yang sudah ada, itulah tantangan kita dalam persaingan global saat ini," kata Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan kita sudah tertinggal dari negara-negara ASEAN lainnya, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Ia menjelaskan tiga hal yang harus dicapai jika ingin mengejar ketertinggalan kita, salah satunya deregulasi secara besar-besaran.

"Saat ini ada 3.000 dari 42.000 peraturan yang bermasalah. Kemarin menteri saya meminta untuk mengkaji terlebih dulu sebelum dihapus atau diubah, hasilnya hanya ada tujuh peraturan yang selesai. Kalau 3.000 peraturan mau berapa tahun baru selesai. Saya perintahkan kalau memang menyusahkan rakyat langsung hapus saja jangan banyak pertimbangan." 

Berkaitan dengan daya saing di lingkup ASEAN, saat ini Indonesia berada di nomor empat di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Sedangkan di lingkup global, Indonesia berada di urutan 37. "Kemudian, berkaitan dengan kemudahan berusaha Indonesia berada di urutan 109 dari sekitar 180-an negara. Kuncinya adalah deregulasi segala peraturan yang menyulitkan. Sederhanakan dan pengurusannya harus selesai di bawah tiga hari," jelas Jokowi.

Jokowi berada di Yogyakarta untuk membuka agenda Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Senin dan Selasa, (23-24/5). Jokowi juga menandatangani lima prasasti yang salah satunya adalah prasasti peresmian Universitas 'Aisyiah Yogyakarta sebagai universitas perempuan pertama di Yogyakarta. Acara akan dilanjutkan pada Senin malam pukul 19.00 WIB dengan pembicara Amien Rais, Jimly Asshidiqqie, Hasyim Muzadi, Ahmad Syafii Maarif, dan Abdul Mukti. (AWN & SAW)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar