International Language Festival #2 Memadukan Bahasa dan Seni

Sumber gambar: dokumentasi SAC
Pelaksanaan International Languange Festival #2 dengan tema World Literacy diadakan di Gedung D Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Lantai 4, acara yang berlangsung selama 3 hari dari Selasa hingga Kamis (10-12/5) mampu menarik perhatian para mahasiswa. Baik mahasiswa yang berasal dari UMY maupun mahasiswa luar UMY. Konsepnya yang berkaitan erat dengan seni ini, bahkan mampu memberikan dekorasi yang sangat mengagumkan dari pihak penyelenggara acara. 

International Languange Festival pernah diselenggarakan pada tahun sebelumnya dengan konsep yang berbeda. Pada tahun ini International Languange Festival mengangkat bagaimana bahasa itu sangat dekat dengan seni, serta mengungkapkan seni di ke delapan bahasa seperti Arab, Jerman, Inggris, Prancis, Korea, dan lainnya. “Kami bukan hanya mengadakan acara bincang-bincang, tetapi juga lomba yang mampu diikuti setiap mahasiswa berbagai kampus, selain itu, pembicara yang kami datangkan adalah pembicara yang berasal dari luar negeri, dan kami mendatangkan delapan pembicara itu, untuk mengisi acara bincang-bincang pada tiga hari ini,” ujar Lanoke Intan Paradita.

Bukan hal yang mudah, dalam melaksanakan acara yang besar ini. Di balik kesuksesan acara ini, dapat dipastikan, adanya kesulitan yang dihadapi oleh para panitia. “Kendala yang ada pada kami ada 2 hal, yakni dana dan sumber daya manusia” tukas Lanoke. Bukan hal yang wajar bila dana merupakan kendala yang paling sering dihadapi oleh setiap acara. Bahkan, Lanoke Intan Paradita sendiri sampai kelimpungan dalam dana yang harus dihadapinya. Selain itu, juga sumber daya manusia yang kurang. Bukan karena tak banyak anggota SAC, tetapi Lanoke Intan Paramita sendiri yang menggunakan konsep keefektifan jumlah orang. Sedikitnya anggota, akan semakin efektif. Lanoke Intan Paramita tak ingin, banyaknya panitia yang ditunjuk akan menyebabkan kendala yang besar karena perbedaan kesibukan tiap orangnya. Tapi, Lanoke sendiri mengaku bahwa bekerja dengan tim ini sungguh menyenangkan, karena menemukan banyak pribadi dan banyak otak yang mampu memberi warna dalam acara ini. 

“Saya harap, bukan hanya Languange International Festival #2 saja, tetapi bahkan sampai entah empat, lima, enam kali lagi, dan acaranya lebih sukses daripada ini,” tuturnya. (RA)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar