Hanya di Yogyakarta, 3000 Rupiah Bisa Menikmati Pentas Seni dan Edukasi


“Beruntung sekali bisa tinggal dan berkuliah di Yogyakarta. Hanya bayar parkir saja 3000 rupiah, sudah bisa melihat pentas seni sekeren ini,” ungkap Alhafiz, salah satu pengunjung di Festival Bedog Nusantara. Sejak Rabu hingga Sabtu, (18-21/5), Festival Bedog Nusantara diadakan di desa Kali Abu, Sleman, Yogyakarta yang membuat suasana Sungai Bedog menjadi berbeda dengan biasanya. Festival Bedog Nusantara sendiri diselenggarakan oleh Komunitas Bedog Lestari.

Menurut Sugiyo, Ketua Panitia Festival Bedog Nusantara, acara ini bertujuan untuk mengangkat potensi desa. “Selain itu, festival ini juga untuk mengampanyekan dan menjaga kelestarian lingkungan. Festival ini memberikan edukasi antara budaya dan lingkungan,” ujar Sugiyo. Nama Festival Bedog Nusantara sendiri, menurut Sugiyo, diambil dari nama kali sebagai tempat lokasi diselenggarakan acara tersebut yaitu Kali Bedog. Sedangkan kata Nusantara diambil dengan alasan untuk menyatukan kebudayaan dari seluruh Indonesia.

Penginisiasi Festival Bedog Nusantara ini adalah pemuda dan warga sekitar. Menurut Sugiyo, festival ini baru pertama kali dilakukan, sebelumnya hanya studi pentas yang sudah kerap dilakukan di sini. “Ini adalah kegiatan lanjutan dari mahasiswa yang dulu pernah KKN di desa ini,” kata Sugiyo. Festival Bedog Nusantara ini diikuti oleh 40 sanggar seni, 33 dari sanggar seni dari tiap-tiap provinsi di Indonesia dan sisanya sanggar seni dari beberapa kampus seperti Institut Seni Indonesia dan beberapa sanggar seni yang ada di sekitar Yogyakarta,” tambah Sugiyo.

Rangkaian acara festival dibuka dengan dengan arak-arakan budaya, ritual sungai, dan pada malam harinya pentas seni nusantara. Hari kedua lokakarya anti narkoba dan pentas seni. Hari ketiga lokakarya lingkungan hidup, lokakarya batik dan pentas seni. Kemudian hari terakhir yaitu diawali orasi budaya dan pentas seni. Konsep acara festival ini dilakukan dua waktu, siang untuk lokakarya dan seminar sedangkan malamnya untuk pentas seni.

Acara festival tersebut sangat kreatif dan menarik dengan konsep panggung di seberang sungai dan dalam setiap pertunjukan terdapat pesan moral, dan yang tidak kalah menarik adalah pada sesi akhir acara yang menampilkan kolaborasi antara kaum tua dan kaum anak-anak. (NUG)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar