Festival Kuliner Meriahkan Acara Art Show FP UMY


Art Show periode ketiga yang telah diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Plaza Ngasem, Tamansari, Yogyakarta berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (14-15/05) kemarin. Art Show merupakan agenda tahunan yang digelar pada akhir semester genap sebagai hiburan dan wadah bagi mahasiswa pertanian yang berminat dalam bidang kesenian. Terdapat beragam kegiatan yang diselenggarakan di antaranya pertunjukan seni, pertunjunkan mode adat nusantara, festival musik band, dan festival kuliner.

Kegiatan festival musik band tidak hanya kategori siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), namun juga dari umum untuk menjaring grup-grup musik baru di lingkup kota Yogyakarta. Jumlah kategori terdaftar sebanyak 16 peserta tampil dalam agenda ini. Peserta menampilkan musik tradisional sesuai dengan tema yang diusung oleh panitia yaitu “Battle of Life in Indonesian Culture”. Tetapi untuk siswa SMA diwajibkan menampilkan lagu-lagu daerah.

Pengambilan tema tersebut bermaksud untuk mengemas kembali pertunjukan-pertunjukan yang berkaitan dengan kebudayaan. “Sebenarnya kita itu punya budaya dan di jaman modernisasi ini kita ingin mengemas pertunjukan yang berbau kebudayaan,” ungkap Fathurahman Khomeri, selaku Ketua Panitia Art Show di sela-sela acara. Kegiatan Art Show juga dimeriahkan oleh tampilan seni Ikatan Pelajar Mahasiswa (IKPM) Nusantara dan diramaikan oleh para bintang tamu.

Kegiatan Art Show juga diramaikan dengan festival kuliner. Sebagai mahasiswa pertanian tujuan dari festival kuliner ini untuk mengangkat jenis pangan yang ada di Indonesia. Menurut Fathur, partisipasi mahasiswa pertanian dalam bergabung di festival kuliner ini dinilai belum siap dan berani untuk terjun ke dunia bisnis secara langsung. “Out of the box mahasiswa untuk berbisnis dan mendapat relasi belum didapat dari mahasiswa pertanian,” terang Fathur.

Selain diisi oleh beberapa mahasiswa pertanian (agribisnis dan agroteknologi) dan manajemen stan kuliner juga diisi oleh pihak luar kampus. Fathur mengatakan untuk stan kuliner tidak berasal dari internal kampus semua, melainkan mengajak pelaku usaha kuliner ternama di Yogyakarta seperti Sambel Layah. Terdapat 38 peserta stan kuliner yang terdaftar, namun ada beberapa yang mengundurkan diri. Jenis kuliner yang dijajakan juga beragam, mulai wedang ronde, es buah, olahan ketela, pempek-pempek serta jenis kuliner lainnya. (GWR)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments:

  1. Terimakasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di
    Explore Indonesia

    BalasHapus