Diskusi Pagi dengan Ismail Basbeth





Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Komakom) kembali menyelenggarakan kegiatan Communication Fair pada tahun 2016 ini. Salah satu rangkaian kegiatannya adalah talk show yang mengusung tema Career Path of Ismail Basbeth. Talk show ini bertempat di Ruang Multimedia Gedung E1 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Selasa (3/5).


Talk show ini sebenarnya  merupakan bridging yang ditujukan untuk mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi UMY tahun 2012 yang tidak mengikuti bridging pada semester satu lalu. Bridging ini sendiri adalah salah satu syarat untuk menyusun skripsi. Selain itu, kegiatan ini dinilai menjadi penghubung untuk ke dunia kerja nantinya. “Yang pastinya, bridging ini untuk menjembatani kalian ke dunia kerja, dunia nyata. Biar kalian tidak kaget,” jelas Zuhdan Aziz, sekretaris jurusan Ilmu Komunikasi UMY.


Pembicara pada talk show kali ini adalah Ismail Basbeth, sutradara ternama yang mengaku jatuh cinta pada film ketika di Yogyakarta. Pada bincang-bincangnya, Ismail Basbeth bercerita bagaimana awal beliau tertarik dengan dunia perfilman hingga akhirnya memutuskan untuk berjuang di jalan ini. Semua beliau lalui bukan tanpa halang rintang. Pada awalnya Ismail Basbeth bertanya-tanya, sebenarnya apa yang dipelajari oleh jurusan yang beliau pilih. Kemudian muncul rasa penasaran dalam diri beliau dengan film. Beliau pun bertekad untuk mendalaminya dengan mulai dari belajar menggunakan komputer. 


Melalui talk show ini, Ismail Basbeth berharap pada mahasiswa yang akan segera lulus agar tidak menjadi penakut. “Saya menaruh seluruh hidup saya untuk film. Semua orang pasti punya cara hidup masing-masing dan saya menikmati cara hidup saya. Jangan takut menjadi berbeda, terjang terus, ujarnya.


Film maker Mencari Hilal ini juga berpendapat bahwa penting sekali untuk mulai membangun apa yang diinginkan sejak dini. “Ketika menjalani kuliah, ada dua pilihan. Mau menyelesaikan kuliah tanpa gimana-gimana, atau sambil membangun potensi diri. Saya memilih untuk membangun. Karena akan berguna kedepannya, imbuh Ismail.


Pada akhir talk show Ismail berpesan pada peserta bridging yang hadir agar tidak terlalu terpaku pada apa yang beliau sampaikan. Karena pada akhirnya jalan yang dipilih nantinya sesuai dengan kemampuan dan usaha masing-masing. Asal ada kemauan dan menjaga konsistensi pasti bisa. (SRS)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar