Wanita Akan Tetap Hebat! Walau Tanpa Emansipasi

Sumber gambar: www.ycpa-info.com
Oleh: Joko Aji Suryawan

Apa itu emansipasi wanita?

Di dalam KBBI emansipasi berarti pembebasan/ persamaan hak dari berbagai aspek kehidupan masyarakat/persamaan hak kaum wanita dengan kaum pria.

Jadi emansipasi wanita berarti pemberontakan kaum wanita dengan tujuan memperoleh persamaan hak kaum wanita dengan kaum pria.

Sebenarnya apakah perlu emansipasi wanita itu?

“Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya, dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu” (An-Nisa’:1)

“Nasihatilah perempuan dengan cara yang baik! Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, sementara yang paling bengkok itu bagian teratasnya. Jika engkau mencoba meluruskannya maka ia akan patah. Tetapi jika engkau membiarkannya, ia akan bengkok selamanya. Maka nasihatilah perempuan dengan cara yang baik!” (HR Bukhari, Muslim, Ibnu Abi Syaibah, dan Baihaqi)

Jangan buru-buru berpikir bahwa penulis adalah seorang religius.. Ini bukan tulisan religi.. Ini cuma pas kebetulan dapat hidayah aja wkwk.

Wanita diciptakan dari tulang rusuk pria. Berarti pria lebih hebat dong...

Eiiitttzzzz.. Tunggu dulu.. Simak penjelasannya di bawah ini!

Santai aja, jangan sepaneng... Ini bukanlah teori evolusi Darwin yang membingungkan. Ini hanya tulisan ringan dari kami kaum pria spesial buat kalian kaum perempuan.

Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam (Nabi Adam ya gengs, bukan Adam SO7). Hawa di sini adalah seorang perempuan pertama di dunia, dan perempuan itu (Hawa) diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Kenapa bengkok? Ya kalau lurus maka sempitlah dadanya. Kenapa bengkok? Karena tulang rusuk yang bengkok akan memberikan ruang untuk hati, jantung dan paru-paru. Mungkin itulah alasan mengapa perempuan selalu memberikan kenyamanan di mana pun hehe...

Kalau kata ibu guru biologi tulang rusuk adalah perisai pelindung dari organ vital tubuh seperti hati, jantung, paru-paru, dan sebagainya (yang pinter biologi tolong ditambahi). Coba bayangkan pemain sepakbola tanpa tulang rusuk, pada saat dadanya terkena bola pasti jantungnya pecah.. Apa yang terjadi jika jantung pecah? Coba cari saja di buku biologi...

Dari sebuah Firman dan sebuah Sabda di atas dapat saya simpulkan bahwa makna wanita diciptakan dari tulang rusuk yaitu menggambarkan bahwa wanita itu adalah makhluk yang tangguh. Wanita adalah calon Ibu, dan seorang Ibu bukanlah seorang yang sembarangan. Tanggung jawab wanita dimulai dari saat menginjak usia remaja. Mulai dari menjaga auratnya, hingga merasakan nyerinya datang bulan. Kata teman perempuan saya yang namanya dirahasiakan “Pada saat datang bulan wanita pasti mengalami dismenorea atau nyeri haid bulanan. Biasanya dismenorea disertai dengan nyeri perut, sakit kepala, bengkak pada payudara. Dan itulah yang menyebabkan emosi kami mudah naik.” Saya harus bilang bahwa walaupun itu datang tiap bulan datang bulan bukanlah perkara sepele. Saya tidak akan pernah mau merasakan datang bulan. Bukan karena saya bukan wanita, tetapi karena beberapa rasa sakit yang dirasakan bersamaan. Selain harus menerima tamu bulanan, wanita juga harus menjaga auratnya dari pria-pria nakal. Menjaga aurat juga bukalah perkara mudah. Aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Bayangkan betapa gerahnya menutupi sekujur tubuh sepanjang hari. Kami kaum pria tidak akan pernah mau menutupi sekujur tubuh kami dengan kain sepanjang hari karena itu gerah.

Baru remaja saja sudah repot, belum lagi pas dewasa, menikah, punya anak, dan lain-lain.

Perjuangan wanita berlanjut ketika dewasa. Bukannya beban berkurang, tetapi malah bertambah. Harus bekerja dan masih harus menutup aurat dan masih harus merasakan datang bulan. Belum lagi menikah dan harus berbakti pada suami, merawat suami, melayani suami, menjaga kehormatan suami, kemudian mengandung anak selama 9 bulan. Itulah fase di mana seorang wanita naik pangkat menjadi seorang Ibu. Mengandung bukanlah perkara biasa. Mengandung bukan sekedar mengandung, tetapi juga merawat si jabang bayi yang ada di dalam rahim seorang Ibu. Semua yang dilakukan seorang Ibu pada saat mengandung akan berdampak kepada bayi yang sedang bersemayam di rahim sang Ibu. Sebuah amanah yang berat dan melelahkan dengan durasi yang lama. Setelah mengandung, seorang wanita yang disebut Ibu ini memasuki fase berikutnya, yaitu melahirkan. Kata Ibu saya dalam melahirkan itu ada yang namanya pembukaan 1 sampai dengan pembukaan 8, dan setiap bukaan itu akan terasa sakit, dan sakitnya itu sangat luar biasa bahkan rasa sakitnya itu belum pernah dirasakan sebelumnya. Setelah bayi keluar, perjuangan belum selesai. Si Ibu masih harus menyusui dan merawat anaknya dengan kasih sayang, dan bahkan kasih sayang Ibu masih saja mengalir ketika anaknya sudah beranjak dewasa dan mandiri.

Sebuah amanah yang berat. Kami kaum pria tidak akan pernah sanggup melakukan semua itu. Sekali lagi bukan karena kami bukan wanita, tapi karena tugas itu terlalu berat.

Mungkin itu adalah alasan kenapa Tuhan menuliskan takdir dan menciptakan saya sebagai seorang pria, karena Tuhan tahu pasti saya tidak akan sanggup memikul beban sebesar itu.

Ada dan tiada emansipasi, kita (kaum wanita dan kaum pria) tidak akan pernah setara. Karena pria tidak akan pernah menyamai kehebatan kaum perempuan.

Jadi menurut saya tanpa emansipasi pun derajat kaum wanita tetap berada di atas kaum pria. Seharusnya bukan kalian (kaum wanita) yang melakukan emansipasi, tapi kami (kaum pria).

Maka berbahagialah kalian para kaum perempuan, kalian dipilih oleh Tuhan sebagai jenis manusia terkuat di Bumi. Kalianlah alasan kenapa kami kaum pria terus bekerja keras. Kalianlah alasan kenapa kami kaum pria ingin terus terlihat kuat, perkasa, hebat dan keren di depan siapa pun terutama di depan kalian. Kalian adalah alasan kenapa kami kaum pria ingin jadi pemimpin dan bertanggungjawab atas kalian. Karena kami kaum pria tahu, bekerja dengan standar normal seorang pria tidak akan cukup untuk bersaing dengan kehebatan kalian.

Selamat hari Kartini para perempuan tangguh.. Tetap balurt ketangguhanmu dengan selimut anggun lemah lembutmu.
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar