Salam untuk Kartini

Google Doodle di hari Kartini
Aku tak ingin menjadi bagian dari peradaban penuh pamrih

Yang lekas lupa akan penghormatan bagi pejuang pembela negaraku
Satu abad, tiga dekade dan nyaris sewindu, tentu tak mampu kuhitung dengan sekedar buka tutup jari
Hormatku, masih kau terima, Kartini…

Lahir sebagai darah biru tak membuatmu tinggi hati
Ramahmu tetap jadi idaman hingga kini, bukan hanya bagi kaum lelaki
Juangmu tak butuh pedang, perisai untuk berperang taklukan lawan
Kilauan semangat sudah cukup menggambarkan wujudmu dalam angan 

Hak mereka untuk bicara, patut setara, tak ada pembeda dan wajib merdeka
Butir-butir semangat itulah yang kau bakar dalam jiwa wanita Indonesia
Menyederhanakan kesulitan mereka, menopang berdirinya mereka, menghidupkan harapan mereka
Kau tak layak disebut kurang dari seorang Pahlawan

Kau bawa statusmu bepergian, berpetualang mencari pengakuan
Berharap bahwa perjuangan yang kau lakukan tak sekedar nada sumbang tanpa tanggapan
Kau lelehkan gugusan tembok emansipasi, kau ubah secara heroik dalam bingkai cinta kasih
Entah bagaimana memberi pemisah antara keberanian dan pengorbananmu

Aku bukan pribadi yang bicara langsung padamu, bukan pula sosok yang tahu jelas orang sepertimu
Aku tak ditakdirkan untuk mengenalmu sebagai orang dekat
Hanya saja, aku bisa merasakannya...
Merasakan bagaimana wanita pada masaku, benar-benar terpuaskan atas kerja kerasmu dulu

Jika saja kau masih Kartini yang hidup, melahirkan Kartini-kartini baru dari rahim suci itu
Tentu kau akan kekal, kau akan abadi dalam tiap tindak bahkan doa
Kau tak hidup tapi dapat menghidupkan, tak pula ada tapi dapat menggerakan
Kau tak bangkit tapi dapat membangkitkan, perempuan perkasa milik persada

Sayang kau kini histori, yang entah akan dimaknai seperti apa dalam zaman ini hingga selanjutnya
Terlepas dari semua, kau adalah hebat. Kau adalah terang yang kau terbitkan dalam gelapmu, dalam gelap generasimu
Berharap anak dan cucuku kelak mengenalmu akrab, tak sebagai daftar pahlawan dalam diktat sejarah mereka, tapi lebih dari itu, sebagai wanita luar biasa
Terima kasih 21 April yang ke 137, Raden Adjeng Kartini tenanglah dalam peraduan terakhirmu

- Yopi Irianto Panut
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar