Panama, Legalitas yang Dipertanyakan?



Pada hari Sabtu (9/4), Persatuan Aksi Nasional Mahasiswa (Panama) mendirikan tenda beserta spanduk-spanduk berisi tuntutannya kepada pemerintah, terutama menteri BUMN. Namun, legalitas perizinan mereka mengadakan aksi di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) masih dipertanyakan. Pasalnya, pihak Panama hanya secara lisan meminta ijin kepada pihak kampus, yakni kepada Wakil Rektor (WR) III, Sri Atmaja P. Rosyidi.



“Pertama kita ke biro umum, lalu biro umum mengatakan agar segera komunikasikan ke BEM, lalu salah satu kawan kita mencoba komunikasikan ke kawan Presiden Mahasiswa (presma). Kemudian salah satu kawan kita juga sempat bertemu dengan Biro Kemahasiswaan, dan kita juga sudah ngasih surat izinnya,” tutur Hilman, Mahasiswa Universitas Janabadra 2013 Humas Panama yang berasal dari Universitas Janabadra, Hilman, saat ditanyai Nuansa mengenai perizinan aksi mereka. 


Ketua Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA), Agus Nugroho Setiawan M.P membenarkan terkait perizinan secara lisan yang dilakukan aliansi Panama. Dikarenakan pada Sabtu sore (9/4) kantor sudah tutup, secara administrasi surat permohonan perizinan belum dapat diurus. “Jadi makanya sejak kemarin kita minta secepatnya diurus ijin tertulisnya, paling tidak hari ini (Senin - red). Kalau tidak nanti akan kita peringati, ini mau dilanjutkan atau tidak, kalau tidak ya bubar,” ujar Agus. Agus melanjutkan bahwa seluruh kegiatan aksi mahasiswa yang menggunakan fasilitas kampus harus meminta izin dari pihak kampus. 

Agus menambahkan, pada dasarnya kegiatan aksi ini telah disetujui oleh WR III, “Pak Sri prinsipnya boleh, asal pakai surat ijin,” tegas Triyana pihak LPKA saat ditemui Nuansa di AR Fachruddin B lantai 3 pada Senin (11/4). Daftar mahasiswa yang terlibat dan koordinator lapangannya pun harus terlampir dalam surat perizinan, sehingga apabila terjadi masalah ada yang bertanggung jawab.

“Kami melihat aksi ini bisa dilihat sebagai mimbar kebebasan akademik, selama yang penting tidak menimbulkan permasalahan terhadap kampus. Misalnya mengganggu aktivitas kampus baik akademik maupun non akademik, dan tidak ada kerusakan di kampus,” ujar Agus. “Ini bagian dari proses belajar, mengidentifikasi masalah. Namun, kerangka berpikir harus tetap rasional, mengikuti kerangka berpikir mahasiswa,” tambahnya. 

Pihak lingkawas pada Senin (11/4) sudah menerima surat dari Panama, namun lingkawas menyatakan masih banyak kekurangan dari surat tersebut. Di antaranya tidak adanya kop surat yang menaungi aliansi, tidak adanya cap lembaga, tidak ada tembusan ke LPKA, dan daftar mahasiswa yang terlibat tidak valid. Surat yang diberikan hanya berupa surat pemberitahuan aksi, bukan surat permohonan aksi maupun permohonan perizinan tempat, sehingga dari pihak lingkawas meminta pihak Panama memperbaiki surat tersebut serta melampirkan fotokopi kartu tanda mahasiswa semua anggota aliansi.


Panama merupakan aliansi mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, UMY, Universitas Widya Mataram serta Universitas Janabadra. Mereka menggelar “Aksi “Mogok Makan” tepatnya di sebelah barat sekretariat Menwa (Resimen Mahasiswa). Panama merencanakan akan menggelar aksi selama tujuh hari di wilayah kampus UMY. Dalam aksinya Panama menuntut agar presiden Joko Widodo menangkap dan memecat Rini Soemarno dari jabatan menteri, mengusut tuntas data orang Indonesia yang ada dalam dokumen Mossack Fonseca, serta meminta presiden Joko Widodo menyita uang hasil kejahatan sebesar 11.400 triliun rupiah.

“Sebenarnya sebelum di UMY aksi sudah dilakukan di kantor DPR. Di kantor DPR terjadi benturan oleh aparat, salah satu kawan kita direpresi. Karena tidak menemui kesepakatan dan tidak diizinkan, akhirnya kita pindah ke UMY. Kenapa UMY, karena hasil kesepakatan kawan-kawan, dan mau tidak mau harus segera disikapi, dan akhirnya kami di UMY,” papar Hilman pada hari Minggu(10/4). (LR/MADA/RIS)

Diperbarui pada Selasa, (12/4) pukul 15.00 WIB
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar