Ironi Tugu, Selfie dan Eksis

Berjubel memadati tugu. Foto oleh Eimung Arie.

Musim liburan, termasuk akhir pekan, landmark dan pusat kota Yogyakarta akan banjir wisatawan. Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia, khususnya pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan lain-lain. Bukan hanya wisatawan domestik, pengunjung dari mancanegara pun turut meramaikan Kota Gudeg ini.

Tak bisa dipungkiri, Yogyakarta merupakan salah satu kota yang kaya akan berbagai destinasi liburan. Semuanya tersedia lengkap, seperti wisata sejarah, kuliner dan alam. Termasuk wisata belanja. Tak ayal, memasuki musim liburan, wisatawan akan memadati kota “miniatur Indonesia” ini demi menyegarkan diri barang sehari atau 2 hari.

Begitu halnya dengan Tugu Yogyakarta. Monumen yang mulai dibangun pada tahun 1755 ini tak pernah sepi pengunjung. Setiap wisatawan yang datang ke Yogyakarta, merasa tidak lengkap apabila belum datang dan berfoto narsis berlatar monumen kebanggaan masyarakat Yogyakarta tersebut.

Ironisnya, terdapat sejumlah wisatawan yang kadang tidak memperhatikan situasi dan kondisi sekitar ketika sedang berwisata. Miris melihat orang-orang berjubel di sekeliling tugu untuk berfoto atau hanya duduk nongkrong tanpa memperhatikan keselamatan. Bahkan, penulis pernah menyaksikan sendiri ada beberapa motor yang sengaja parkir di tengah-tengah dekat monumen tersebut. Padahal tugu Yogyakarta berada persis di tengah perempatan jalan Pangeran Mangkubumi, Jenderal Sudirman, A.M Sangaji dan Diponegoro yang mana sangat ramai dilalui oleh kendaraan. Apalagi tidak ada pembatas dan pelindung antara pejalan kaki dan pengendara di tengah kawasan tersebut. Apabila kurang waspada dan tidak berhati-hati, bukan mustahil akan terjadi hal-hal yang membahayakan.

Harusnya, setiap wisatawan menyadari dengan jelas situasi dan kondisi tempat wisata yang akan dikunjungi. Seperti kasus ini, selain membahayakan, juga mengakibatkan kemacetan sehingga mengganggu kenyamanan sesama pengguna jalan. Utamakan keamanan. Kalau hanya ingin berfoto selfie nan narsis, tidak harus ke tengah-tengah memadati monumen tersebut. Ada banyak titik menarik yang bisa digunakan dengan tetap berlatar tugu Yogyakarta. Apalagi kalau hanya duduk nongkrong eksis, banyak sekali tempat yang lebih nyaman dan aman daripada harus berjubel dengan risiko besar seperti itu. Selamat berwisata dengan bijak! (FHM)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar